Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rentan terhadap penurunan lebih lanjut pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Pergerakan indeks dibayangi oleh sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

>>> Pedro Acosta Gagal Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Hongaria 2026

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat merosot signifikan sebesar 4,2% ke posisi 5.594.

Kondisi tersebut diperparah dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai Rp 3,72 triliun di pasar reguler.

Koreksi di pasar modal ini dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat di kalangan pelaku pasar.

Faktor utamanya meliputi tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan revisi UU P2SK yang memengaruhi persepsi independensi regulator keuangan.

Selain itu, perkembangan penilaian peringkat kredit Indonesia turut memengaruhi psikologis pasar.

>>> Harga Emas Perhiasan Lakuemas dan Rajaemas 8 Juni 2026 Turun

Tekanan eksternal juga datang dari bursa Wall Street Amerika Serikat yang kompak ditutup melemah pada perdagangan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 1,35% ke level 50.866,7, S&P 500 anjlok 2,64% ke posisi 7.383,7, dan Nasdaq Composite merosot 4,18% menjadi 25.709,4.

Proyeksi Teknikal dan Rekomendasi

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dengan potensi volatilitas yang tinggi.

Area 5.555–5.480 menjadi support krusial, sementara 5.700–5.800 menjadi resistance terdekat, tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya.

Investor kini menanti rilis data cadangan devisa serta memantau fluktuasi rupiah yang menjadi indikator utama pergerakan pasar.

>>> Gempa Magnitudo 8,2 Guncang Mindanao Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Untuk aktivitas trading hari ini, saham DAAZ dan PSAB direkomendasikan oleh pihak sekuritas.