Sejumlah perusahaan sekuritas membatasi hak akses investor untuk berpartisipasi pada IPO berikutnya jika saham yang dibeli langsung dijual dalam rentang dua hingga empat minggu pascapencatatan.

Peluang Investor Global dan Alternatif Investasi

Pihak korporasi membuka kesempatan bagi pelaku pasar internasional untuk terlibat dalam aksi korporasi ini. Namun, tingkat aksesibilitas tetap bergantung pada aturan regulasi di tiap negara.

Negara-negara yang berpotensi mendapatkan akses IPO SpaceX meliputi India, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Israel, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Denmark, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, Argentina, Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

>>> FIFA Izinkan Penonton Bawa Botol Air Minum Sekali Pakai ke Stadion Piala Dunia 2026

Indonesia saat ini tidak berada dalam daftar negara yang memperoleh akses awal.

Namun, pelaku pasar dari Indonesia masih bisa mengoleksi saham SPCX di pasar sekunder melalui broker internasional yang menyediakan jembatan ke bursa saham AS.

Alternatif lain adalah melalui instrumen dana indeks atau ETF yang merefleksikan pergerakan indeks Nasdaq 100.

Perusahaan antariksa ini dikabarkan akan mendapatkan fasilitas jalur masuk cepat ke dalam komponen indeks Nasdaq 100.

Mekanisme ini memberikan diversifikasi portofolio yang terukur karena dana investasi otomatis tersebar ke berbagai emiten teknologi raksasa.

Identifikasi Risiko Investasi Saham SPCX

Meskipun menjadi salah satu entitas korporasi paling populer secara global, menanam modal di SpaceX tidak luput dari risiko keuangan.

Nilai valuasi sebesar US$1,75 triliun menuntut pembuktian ekspektasi pertumbuhan bisnis yang masif.

Manajemen mengakui belum memproyeksikan perolehan keuntungan bersih dalam jangka waktu dekat. Operasional peluncuran roket dan riset satelit membutuhkan injeksi modal dalam skala sangat besar.

Amandemen atau perubahan kebijakan pemerintah berpotensi memengaruhi operasional bisnis. Selain itu, ada potensi kegagalan teknis saat peluncuran roket yang bisa langsung mengoreksi kinerja keuangan.

Aksi jual saham oleh karyawan internal dan investor awal pasca-periode kunci berakhir juga berisiko menekan harga.

>>> Timnas U19 Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U19 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Total nilai alokasi ritel dari aksi korporasi ini mencapai US$22,5 miliar atau sekitar Rp407 triliun, bagian dari valuasi IPO perusahaan sebesar US$1,75 triliun (Rp31.658 triliun).