>>> Amazon Luncurkan Robot Gudang Proteus yang Paham Bahasa Percakapan

"Ini pertama kalinya saya bekerja dengan machine learning.

Berkali-kali gagal dan hampir menyerah, tapi saya terus mencoba sampai akhirnya aplikasi ini berhasil berjalan menjelang batas pengumpulan," ungkap Nicole.

Untuk mengatasi kendala pemrograman, Nicole memanfaatkan kecerdasan buatan pihak ketiga seperti ChatGPT. AI sangat membantu mendeteksi letak kesalahan kode dan memberikan arahan perbaikan.

Saat pengumuman resmi dari Apple, Nicole sempat tidak percaya. "Awalnya saya benar-benar tidak percaya sampai saya cek ulang berkali-kali.

Baru setelah itu saya sadar kalau saya benar-benar menang," ujarnya.

Nicole memandang esensi pengalaman melampaui status juara. Ia menerapkan pendekatan mental yang sehat dengan fokus pada pengembangan kapasitas diri.

"Saya selalu bilang ke diri sendiri bahwa saya hanya bersaing dengan diri saya sendiri. Ini bukan soal selalu menang, tapi tentang pengalaman dan pertemanan," tutur Nicole.

Ke depan, Nicole berencana mengembangkan HandHearted untuk mengakomodasi sistem bahasa isyarat yang lebih luas. Ia menargetkan perluasan cakupan materi pembelajaran ke dalam ekosistem lokal.

"Ada kemungkinan untuk mendukung bahasa isyarat lain seperti Bahasa Isyarat Indonesia. Saya juga ingin membuat lebih banyak chart alfabet untuk bahasa lain," katanya.

Inovasi ini diharapkan memotivasi pemuda Indonesia mendalami teknologi. Nicole menekankan pentingnya kegigihan dalam mengejar kreasi yang berdampak nyata.

>>> Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6 Plus untuk Infrastruktur AI

"Buat sesuatu yang benar-benar bermakna untuk diri sendiri, bukan hanya untuk mengesankan orang lain. Jangan pernah menyerah karena kerja keras pada akhirnya akan terbayar," pungkas Nicole.