Harga emas dunia kembali melemah pada awal perdagangan Senin, 8 Juni 2026, setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel.

Logam mulia tercatat di level US$4.325 per troy ons.

>>> Jadwal KRL Solo Jogja 8-11 Juni 2026 Resmi Dirilis

Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral global. Eskalasi konflik di Timur Tengah berisiko mengganggu upaya perdamaian yang telah berlangsung selama empat bulan.

Ketegangan geopolitik juga mengancam jalur pasokan energi di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Inflasi yang tinggi mendorong bank sentral untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga, yang menjadi faktor penekan bagi harga emas.

Pada pekan lalu, harga emas sudah terkoreksi hampir 5 persen dari tren kenaikan tahunan.

Tekanan semakin kuat setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid pada Jumat lalu.

>>> Askrindo Gandeng Transera Waterpark Bekasi Sediakan Asuransi Kecelakaan

Pertumbuhan lapangan kerja bulan Mei melampaui estimasi, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada tahun 2026.

Hal ini menguatkan nilai dolar AS dan yield obligasi, yang biasanya berbanding terbalik dengan harga emas.

Di sisi lain, bank sentral Tiongkok (PBC) tercatat membeli sekitar 10 ton emas pada bulan lalu, menandai akumulasi selama 19 bulan berturut-turut.

Pada perdagangan di Singapura pukul 06.51 waktu setempat, harga emas turun tipis 0,1 persen menjadi US$4.325,18 per troy ons.

>>> Serangan Rudal Iran ke Israel Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sementara itu, harga perak merosot 0,3 persen ke posisi US$67,62 per troy ons setelah melemah hampir 10 persen pada pekan sebelumnya.