Pep Guardiola secara terbuka menyatakan dirinya sebagai pengagum berat Hansi Flick, pelatih Barcelona asal Jerman.

Guardiola memutuskan rehat dari sepak bola setelah musim 2025-2026 usai mengabdi 10 tahun di Manchester City dengan 20 trofi.

>>> UKSW Kalahkan Perbanas 55-54 di Laga Pembuka Campus League 2026

Pelatih berusia 55 tahun itu belum menentukan klub atau tim nasional selanjutnya.

Barcelona baru saja mengamankan gelar liga kedua berturut-turut di bawah Hansi Flick, berpotensi menjadi ancaman di Liga Champions 2026-2027.

Klub Catalan terakhir kali juara Liga Champions pada 2015 saat dilatih Luis Enrique.

Pujian Guardiola untuk Flick

Dalam acara peresmian lapangan Johan Cruyff di La Salle Manressa, Guardiola memuji Flick yang mampu membenahi performa Barcelona di tengah tekanan tinggi.

Menurut Guardiola, Flick berhasil membangun fondasi tim kokoh dengan memadukan talenta lokal dan luar klub.

"Saya penggemar berat Hansi, cara mereka bermain dan selama bertahun-tahun," kata Guardiola.

>>> Kimi Antonelli Juarai F1 GP Monako 2026 yang Penuh Tabrakan

"Mereka adalah pemain Barca, baik dari La Masia maupun dari luar, mereka bermain sangat well."

"Mereka telah menjalani dua tahun yang luar biasa, di luar hasil yang diraih, betapa bagusnya penampilan mereka," imbuhnya.

Pandangan Guardiola soal Liga Champions

Guardiola juga membagikan pandangannya tentang format Liga Champions yang dinilai berdampak buruk bagi fokus tim di liga domestik.

Menurutnya, kesuksesan klub tidak bisa diukur hanya dari trofi Liga Champions. Kompetisi domestik lebih menunjukkan konsistensi.

"Liga Champions menghancurkan proyek, saya harap bukan itu masalahnya," ungkap Guardiola.

>>> Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Bahan Baku Tekan Industri Kecil

"LaLiga adalah kompetisi yang memberikan konsistensi. Di Liga Champions, Anda harus tampil baik di akhir musim, tanpa cedera, pengaruh wasit sangat besar," imbuhnya.