"Jadi ya sama seperti sebelumnya, kami akan mencoba bermain all out, bagaimana caranya kami melawan mereka (Goh Sze Fei/Nur Izzuddin)," ujarnya.

>>> CFA Pertimbangkan Boikot Piala ASEAN FIFA 2026 Demi Fokus ke Piala Asia

Pasangan ini juga sangat mengharapkan kehadiran dan dukungan moril secara langsung dari para penggemar bulu tangkis di stadion.

"Kami juga mohon dukungannya kepada para Badminton Lovers buat datang langsung dan dukung kami besok (hari ini) di Istora Senayan," jelasnya.

Niko kembali mengingatkan bahwa fokus utama tetap berada pada kesiapan diri sendiri karena semua pasangan yang bertanding memiliki kualitas yang menyulitkan.

"Semuanya perlu diwaspadai, di lapangan itu hasilnya tergantung dari diri kami sendiri, kesiapan kami bagaimana? Karena semua lawan itu susah," ujar Joaquin.

Rekan duetnya, Raymond Indra, turut memberikan pandangan mengenai peta kekuatan calon lawan mereka di pertandingan final nanti.

"Pasangan Malaysia bisa mengalahkan Kim/Seo, bukan berarti tantangan di final lebih ringan. Artinya Goh/Izzuddin lebih siap dan mereka pasti mempersiapkan diri lebih baik lagi," sahut Raymond.

Ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia menjadi penantang Raymond/Joaquin setelah secara mengejutkan menumbangkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di babak semifinal.

Rekor pertemuan antara Raymond/Joaquin dan Goh/Izzuddin saat ini tercatat masih sama kuat dengan kedudukan imbang 1-1.

Goh/Izzuddin yang menempati peringkat delapan dunia memenangi pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2026 lewat dua gim langsung, 21-19 dan 21-13.

Sebaliknya, Raymond/Joaquin memenangi pertemuan pertama mereka di Australia Open 2025 dengan skor dua gim langsung, 21-15 dan 21-15.

>>> Roy Keane Kritik Harry Maguire Gagal Masuk Skuad Piala Dunia 2026

Raymond/Joaquin yang sebelumnya pernah menjuarai turnamen level Super 500 di Australia Open 2025 kini berpeluang memperebutkan gelar juara Super 1000 pertama mereka di kandang sendiri.