>>> Timnas Indonesia Latihan Intensif Tanpa Justin Hubner Jelang Lawan Mozambik

"And Sascha, his last six losses have been against Italians. Yes.

I didn’t want to share it, but I had to," tutur Becker.

Meskipun demikian, Sinner dan Carlos Alcaraz sudah tersingkir lebih awal pada turnamen kali ini, sehingga membuka peluang besar bagi Zverev untuk mencetak sejarah sebagai pria Jerman pertama yang menjuarai Roland Garros di Open Era.

Becker merasa lega karena lawan yang dihadapi Zverev di final kali ini bukanlah Jannik Sinner yang kerap mengalahkannya di berbagai turnamen tanah liat tahun ini.

"I’m just glad it’s a lot of Jannik Sinner.

I was going to say glad the guy is not called Sinner tomorrow, but he’s still Italian," ucap Becker.

Bagi Flavio Cobolli, laga ini menjadi final Grand Slam pertamanya setelah diuntungkan oleh mundurnya Matteo Arnaldi di semifinal, yang membuatnya tidak bertanding sejak hari Rabu.

Petenis berusia 24 tahun tersebut dipastikan menembus peringkat 10 besar dunia pada pekan depan dan berpeluang melonjak ke peringkat 5 jika berhasil memenangkan trofi.

>>> CFA Pertimbangkan Boikot Piala ASEAN FIFA 2026 demi Fokus Piala Asia

Pertandingan final langsung berjalan dominan untuk keunggulan Zverev yang berhasil merebut set pertama dengan skor telak 6-1 dalam waktu 35 menit setelah Cobolli melakukan banyak kesalahan sendiri.