CFA Pertimbangkan Boikot Piala ASEAN FIFA 2026 demi Fokus Piala Asia
Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk tidak mengikuti turnamen Piala ASEAN FIFA 2026.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
>>> Timnas Indonesia Latihan Intensif Jelang Hadapi Mozambik, Justin Hubner Cedera
Keputusan ini diambil demi memprioritaskan agenda rekonstruksi tim nasional menjelang Piala Asia 2027.
Dilansir dari media Vietnam, Tiongkok semula diproyeksikan menjadi unggulan pertama di Grup 1 bersama Thailand dan Vietnam.
Meskipun turnamen baru bentukan FIFA itu menawarkan total hadiah komersial besar mencapai 4 juta dolar AS, CFA tetap mempertimbangkan mundur.
Staf pelatih timnas Tiongkok menilai partisipasi di Asia Tenggara kurang memberikan nilai praktis bagi perkembangan taktis pemain.
Karakteristik permainan tim ASEAN yang mengandalkan umpan pendek dan aspek teknis dinilai sangat berbeda dengan calon lawan di Piala Asia 2027.
Lawan-lawan Tiongkok di turnamen tersebut didominasi tim Asia Barat dan Asia Tengah dengan gaya main fisik yang cepat.
>>> Saddil Ramdani Kembali Perkuat Timnas Indonesia Hadapi Oman di GBK
Optimalisasi Jadwal dan Mitigasi Risiko
Selain perbedaan filosofi sepak bola, pertimbangan penolakan juga didasari upaya optimalisasi jadwal FIFA Days. CFA ingin menggelar pertandingan persahabatan melawan tim Asia Tengah dan Barat.
Kebijakan ini diambil menyusul hasil mengecewakan timnas Tiongkok pada kualifikasi Piala Dunia 2026.
Langkah ini juga sebagai mitigasi untuk meminimalkan risiko cedera pemain kunci akibat padatnya jadwal kompetisi domestik.
Secara finansial, CFA menganggap keuntungan ekonomi dari total hadiah 1 juta dolar AS untuk tim pemenang tidak signifikan.
Sebab, mayoritas hak komersial dan eksploitasi pasar turnamen dikelola langsung oleh FIFA.
Hingga saat ini, CFA belum merilis pengumuman resmi terkait pembatalan keikutsertaan.
>>> Justin Hubner Cedera, Mathew Baker Berpeluang Starter Lawan Mozambik
Namun, media domestik Tiongkok secara bulat melaporkan bahwa fokus penuh pada Piala Asia 2027 menjadi opsi paling realistis demi menyelamatkan posisi sepak bola negara tersebut di kancah internasional.
Update Terbaru
OJK Cabut Izin Usaha Penjamin Emisi Efek PT Ekuator Swarna Sekuritas
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Hari Anak 2026, Pertamina Trans Kontinental Ajak Anak Jaga Laut
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Setoran Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp54,71 Triliun hingga Semester I 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Pramono Anung Dikritik karena Klaim Orang Tinggalkan Partai Tak Akan Besar
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Marc Anthony Sambut Anak Ke-8, Istri 30 Tahun Lebih Muda
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Petisi Online Minta Final Piala Dunia 2026 Diulang, Sudah 61.500 Tanda Tangan
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
Samsung Rilis Galaxy Z Fold8 dengan Layar Lebar, Mendahului Apple
Kamis / 23-07-2026, 15:50 WIB
5 Langkah Mudah Daftarkan UMKM Desa Penuktukan ke Google Maps 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:47 WIB
Cara Mendapatkan Samsung Z Fold 8 dengan Desain Lebih Ramping dan Harga Terbaru 2026
Kamis / 23-07-2026, 15:47 WIB
Cardfight!! Vanguard Divinez Unmei Seisen-hen Tayang 7 November, Lagu Tema dari Kis-My-Ft2
Kamis / 23-07-2026, 15:37 WIB
Inter Miami Resmi Rekrut Casemiro di Tengah Investigasi MLS
Kamis / 23-07-2026, 15:37 WIB
Rick Devens Menangkan Power of Veto di Big Brother 28
Kamis / 23-07-2026, 15:37 WIB
Houston Dynamo Kembali ke MLS, Hadapi DC United
Kamis / 23-07-2026, 15:36 WIB
La Familia Kalahkan The Ville, Lolos ke Babak Kedua TBT
Kamis / 23-07-2026, 15:36 WIB







