Petenis Jerman Alexander Zverev akan bertanding melawan wakil Italia Flavio Cobolli pada babak final turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026 di Court Philippe Chatrier, Paris, Minggu (7/6/2026).

Zverev yang menempati peringkat tiga dunia berambisi meraih gelar major pertamanya setelah sebelumnya menelan kekalahan dalam tiga laga final Grand Slam, termasuk di Roland Garros 2024.

>>> Manchester United Rekrut Ederson dan Kantongi Dana Tambahan dari Greenwood

Langkah Zverev menuju partai puncak dipastikan setelah menghentikan kejutan petenis muda Ceko, Jakub Mensik, di babak semifinal melalui performa solid.

Mensik yang sempat mengalami kram pada babak kedua berhasil melaju jauh dengan menumbangkan sejumlah pemain unggulan seperti Alex De Minaur dan Andrey Rublev sebelum dihentikan Zverev.

Melalui media sosial, Mensik mengungkapkan rasa bangga atas pencapaiannya selama dua pekan di Paris yang sekaligus mendongkrak peringkat dunianya ke posisi 17.

"A beautiful adventure ends in the semi-finals of Roland-Garros.

Of course, I would have liked to go even further, but I am proud of what we have accomplished these past two weeks," kata Mensik.

Di sisi lain, mantan petenis profesional Boris Becker mengingatkan adanya catatan sejarah unik sekaligus tren negatif yang membayangi Zverev menjelang pertandingan final melawan petenis asal Italia.

Becker mengungkapkan bahwa Zverev mengalami enam kekalahan terakhirnya saat berhadapan dengan para petenis Italia, terutama dari peringkat satu dunia Jannik Sinner yang sering menjadi batu sandungan utamanya.

"Can I give you a little history? You know, it’s been 50 years since an Italian won here," ujar Becker.

Becker menambahkan bahwa catatan tersebut menjadi hal yang krusial mengingat Cobolli merupakan petenis berkebangsaan Italia.