>>> Timnas Indonesia Genjot Latihan Intensif Jelang Laga Kontra Mozambik

Sistem pemilahan dari rumah didorong untuk meminimalkan biaya pengolahan sampah bagi masyarakat.

"Kami mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah, dimana semakin terpilah dengan baik, maka biaya pengolahan sampahnya akan semakin kecil atau bahkan tidak dipungut biaya, dan dari kegiatan ini pekerja pendukung bisa mendapatkan gaji sekitar 2 sampai 3 juta rupiah," jelasnya.

Inisiatif yang dikembangkan di TPS3R Guwosari mencakup pengolahan sampah organik menjadi biochar untuk material filter knalpot mobil tangki.

Selain itu, terdapat pemanfaatan sampah plastik menjadi palet dan furnitur, serta daur ulang limbah segel menjadi produk kerajinan.

Rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pertamina dijadwalkan berlanjut pada 10 Juni 2026 melalui program pengelolaan sampah pesisir.

Aksi tersebut memanfaatkan inovasi kapal pembersih sampah hasil kolaborasi Pertamina dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Secara nasional, Pertamina Group telah menjalankan 151 program lingkungan berbasis pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular hingga tahun 2026.

Program ini berhasil mengolah sekitar 951.023 ton sampah per tahun dan menjangkau 68.788 penerima manfaat.

Inovasi lingkungan ini diterapkan baik dalam program pemberdayaan masyarakat maupun operasional internal perusahaan lewat pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak lingkungan sekaligus menyokong target transisi energi nasional.

"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis Pertamina.

>>> Haldy Sabri Dampingi Irish Bella Jadi Pembicara di Jakarta

Karena itu, berbagai inovasi terus kami dorong, baik di lingkungan masyarakat maupun di dalam proses operasional perusahaan, untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung target transisi energi dan pembangunan berkelanjutan Indonesia," kata Arya.