Sebaliknya, Bank Indonesia bersama lembaga domestik seperti dana pensiun, reksa dana, dan asuransi justru terus memperbesar eksposur mereka.

"Tenor panjang masih akan mendapat permintaan, tetapi lebih selektif dan terutama berasal dari investor jangka panjang yang memang membutuhkan aset berdurasi panjang," jelas Yusuf.

Likuiditas dalam negeri yang memadai serta peran bank sentral sebagai penyangga pasar obligasi membuat risiko lelang tidak terserap tetap berada pada level rendah.

Permintaan pada lelang mendatang diperkirakan akan lebih terfokus pada tenor pendek dan seri-seri benchmark yang memiliki likuiditas tinggi.

"Beberapa lelang terakhir menunjukkan penawaran yang masuk konsisten jauh di atas target pemerintah. Bid-to-cover ratio kemungkinan tetap sehat.

>>> Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026 Usai Senggolan Massal

Namun keberhasilan tersebut kemungkinan harus dibayar dengan yield yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya," pungkas Yusuf.