Biaya Energi Melonjak, Risiko Deindustrialisasi Manufaktur Mengintai
Sektor manufaktur nasional menghadapi tekanan berat akibat minimnya pasokan gas industri dan melonjaknya biaya energi. Kondisi ini diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berlangsung.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan bahwa jika ketidakpastian pasokan gas tidak segera diatasi, ekspansi modal bisa terhambat.
>>> Raymond/Joaquin Gagal Juara di Final Indonesia Open 2026
Daya saing industri domestik pun berpotensi tergerus.
"Risiko yang lebih perlu diwaspadai adalah deindustrialisasi secara bertahap," ujar Yusuf. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian pasokan dan tingginya biaya energi dapat menahan investasi serta mengurangi daya saing.
Keterbatasan volume alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) memaksa pelaku usaha membeli gas alternatif dengan harga tinggi. Harganya mencapai US$11,5 hingga US$15 per MMBTU.
Beban operasi sektor padat energi seperti industri keramik kian membengkak. Porsi biaya energi kini meroket ke kisaran 33% hingga 35% dari total struktur biaya produksi.
Suplai Gas PGN Jauh dari Kebutuhan
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengungkapkan bahwa suplai gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sepanjang tahun ini baru mencapai 45% dari total kebutuhan.
"Lima bulan di tahun ini, suplai gas dari PGN untuk HGBT itu di bawah rata-rata.
>>> Slank Luncurkan Album ke-26 'Republik Fufufafa' dengan Konsep Satir di Potlot
Hanya di range 40% sampai 45% yang bisa dibeli dengan harga US$7 dolar," jelas Edy. Sisanya harus dibayar dengan harga regasifikasi LNG yang sangat mahal.
Harga regasifikasi LNG mencapai US$21 per MMBTU.
Secara rata-rata, total biaya energi yang dikeluarkan industri menjadi US$15 per MMBTU, sehingga biaya produksi naik signifikan.
Meski demikian, Edy memastikan kenaikan biaya produksi belum sampai ke konsumen. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing produk keramik dari gempuran impor murah.
Dampaknya, margin penjualan industri keramik mengalami penipisan hingga 4%. "Ini akan tergerus sekitar 3% sampai 4%.
>>> Raymond dan Joaquin Siapkan Nazar Jelang Final Indonesia Open 2026
Itu besar, karena mayoritas industri ini margin-nya paling hebat 9-10%," pungkas Edy.
Update Terbaru
Subaru Siapkan Tiga Mobil Manual Baru, Termasuk Hatchback Terjangkau
Minggu / 07-06-2026, 21:01 WIB
Saddil Ramdani Kembali Perkuat Timnas Indonesia Hadapi Oman di GBK
Minggu / 07-06-2026, 21:01 WIB
Justin Hubner Cedera, Mathew Baker Berpeluang Starter Lawan Mozambik
Minggu / 07-06-2026, 21:00 WIB
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam di Piala AFF U-19 2026
Minggu / 07-06-2026, 21:00 WIB
Saddil Ramdani Kembali Perkuat Timnas Indonesia Lawan Oman
Minggu / 07-06-2026, 21:00 WIB
DPR Kritik Rencana Aturan Kemasan Rokok Polos karena Ancam Ekonomi
Minggu / 07-06-2026, 21:00 WIB
Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026 Setelah Dua Wakil Tumbang
Minggu / 07-06-2026, 20:58 WIB
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Mozambik 9 Juni 2026
Minggu / 07-06-2026, 20:57 WIB
Cahya Supriadi Ungkap Alasan Perpanjang Kontrak di PSIM Yogyakarta
Minggu / 07-06-2026, 20:57 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-19 2026
Minggu / 07-06-2026, 20:57 WIB
Timnas U19 Indonesia Ungguli Vietnam di Babak Pertama Piala AFF U19
Minggu / 07-06-2026, 20:57 WIB
Cahya Supriadi Perpanjang Kontrak Dua Musim di PSIM Yogyakarta
Minggu / 07-06-2026, 20:56 WIB
Timnas Indonesia Waspadai Kekuatan Kejutan Skuad Mozambik
Minggu / 07-06-2026, 20:56 WIB
Timnas Indonesia Fokus Pemulihan Fisik Jelang Hadapi Mozambik
Minggu / 07-06-2026, 20:56 WIB






