Risiko ini dapat dirasakan oleh masyarakat yang memiliki kredit pemilikan rumah, cicilan kendaraan, kartu kredit, maupun pinjaman usaha karena pengeluaran bulanan menjadi lebih berat.

Ancaman terhadap Dunia Usaha dan Lapangan Kerja

Kenaikan biaya produksi yang tidak diimbangi pertumbuhan permintaan dapat menekan kondisi keuangan perusahaan dan pelaku usaha kecil.

Dalam situasi tersebut, sebagian pelaku usaha mungkin menunda ekspansi, mengurangi jam kerja, atau melakukan efisiensi tenaga kerja apabila tekanan ekonomi berlangsung dalam waktu lama.

Kelas Menengah Dinilai Semakin Rentan

Keluarga yang sebelumnya berada pada kondisi keuangan relatif aman dapat mulai melakukan penghematan lebih ketat. Tabungan berpotensi terkuras apabila pengeluaran terus meningkat sementara pemasukan tidak bertambah.

Jika tekanan ekonomi disertai kehilangan pekerjaan, sebagian kelompok kelas menengah berisiko turun ke kategori rentan secara ekonomi.

Kelompok Menengah Bawah Paling Terpapar

Masyarakat dengan porsi pengeluaran terbesar untuk makanan dan transportasi umumnya lebih cepat merasakan dampak kenaikan harga.

Dalam kondisi pendapatan yang stagnan, kenaikan biaya kebutuhan pokok meski tidak terlalu besar dapat mengganggu kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemilik Dolar dan Emas Relatif Lebih Terlindungi

Di tengah pelemahan rupiah, pemilik aset dalam bentuk dolar AS maupun emas dinilai memiliki perlindungan lebih baik terhadap penurunan nilai mata uang domestik.

Namun, kepemilikan aset semacam itu belum menjadi pilihan mayoritas masyarakat. Sebagian besar masih menyimpan kekayaan dalam bentuk rupiah sehingga lebih rentan terhadap dampak pelemahan kurs.