Pemantauan kondisi kesehatan janin dalam rahim perlu dilakukan secara berkala. Pemeriksaan rutin setiap bulan membantu tenaga medis memastikan perkembangan janin berjalan sesuai usia kehamilan.

Tinggi fundus uteri atau TFU merupakan jarak yang diukur dari area atas rahim hingga tulang kemaluan wanita. Petugas medis menerapkan parameter ini untuk mengevaluasi kesesuaian pertumbuhan bayi.

>>> Karel Mainaky Apresiasi Progres Ganda Putri di Indonesia Open 2026

Pengukuran TFU umumnya baru diterapkan saat kehamilan memasuki usia 20 minggu.

Apabila ukuran janin terindikasi lebih besar atau lebih kecil dari standar rata-rata, pemeriksaan USG akan disarankan demi akurasi.

Informasi dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa TFU memberikan petunjuk esensial mengenai ukuran, laju pertumbuhan, serta posisi janin. Metode ini juga efektif untuk memverifikasi usia kehamilan yang sedang berjalan.

Setelah melewati masa kehamilan 20 minggu, angka TFU dalam satuan sentimeter biasanya setara dengan usia kehamilan.

Sebagai contoh, ibu yang hamil 24 minggu idealnya memiliki angka TFU berkisar 24 sentimeter.

Tenaga medis menentukan nilai TFU dengan mengidentifikasi posisi simfisis pubis dan fundus. Simfisis pubis merupakan sendi tulang rawan di area tulang kemaluan, sedangkan fundus adalah bagian tertinggi rahim.

Cara Mengukur Tinggi Fundus Uteri

Prosedur pengukuran TFU dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu menggunakan jangka sorong (caliper), pita ukur, dan metode jari.

Metode pertama menggunakan jangka sorong atau caliper. Ibu hamil diminta berbaring, lalu petugas meraba perut untuk mendeteksi batas atas tulang kemaluan dan puncak rahim.

Satu ujung caliper diletakkan sekitar 0,75 sentimeter di bawah batas atas tulang kemaluan, ujung lainnya pada batas tertinggi fundus, lalu jarak dicatat.