Metode kedua menggunakan pita ukur. Pemeriksaan dilakukan saat otot perut tidak tegang.

Dokter atau bidan melakukan palpasi perut untuk memastikan letak fundus uteri.

>>> OECD Proyeksikan Defisit APBN Indonesia 2026 Tembus 3 Persen PDB

Pita ukur diletakkan pada fundus, lalu ditarik hingga ke bagian atas simfisis pubis dengan kontak langsung pada kulit, mengikuti sumbu longitudinal uterus.

Metode ketiga menggunakan jari. Ibu hamil berbaring telentang, lalu tinggi rahim diukur menggunakan jari tangan dengan patokan posisi rahim terhadap pusar.

Berdasarkan data Open.

edu, lebar rahim idealnya meningkat pada trimester kedua, dengan tinggi fundus bertambah enam lebar jari atau sekitar dua lebar jari tiap bulan.

Faktor Pemicu Ukuran TFU Tidak Normal

Ukuran TFU adakalanya melampaui estimasi standar.

Beberapa kondisi yang memicu ukuran TFU lebih besar antara lain kesalahan estimasi tanggal kelahiran, lonjakan berat badan ibu berlebih, diabetes gestasional yang memicu makrosomia, faktor genetik, kehamilan kembar, polihidramnios, otot perut kendur, fibroid rahim, postur tubuh ibu, posisi sungsang, serta kandung kemih penuh atau sembelit.

Sebaliknya, angka TFU juga bisa lebih rendah dari standar.

Penyebabnya meliputi kekeliruan prediksi tanggal lahir, faktor genetika orang tua, nutrisi buruk, berat badan ibu rendah, kelainan kromosom janin, masalah plasenta yang menghambat aliran oksigen, serta riwayat medis ibu seperti hipertensi, anemia, infeksi, gangguan ginjal, jantung, paru-paru, dan variasi bentuk tubuh.

Langkah Penanganan TFU Besar dan Kecil

Penanganan TFU yang terlalu besar dapat dilakukan dengan menjaga tubuh tetap aktif. Riset menunjukkan aktivitas fisik yang aman selama kehamilan mampu menekan risiko makrosomia pada janin.

Langkah berikutnya adalah mengontrol penambahan berat badan agar tetap di batas normal. Bagi ibu hamil dengan riwayat diabetes, pengelolaan kadar gula darah menjadi hal krusial.

Untuk kasus TFU yang terlalu kecil, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan sehat seimbang yang kaya protein serta menjaga hidrasi tubuh.

>>> BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham ANTM dan TINS

Ibu hamil wajib menghindari rokok dan alkohol, tidak melewatkan jadwal kontrol, mengelola stres, serta beristirahat cukup. Aktivitas ringan seperti jalan kaki atau yoga juga sangat direkomendasikan.