Jemaah haji Indonesia menjadikan Pasar Kakiyah di Makkah sebagai lokasi utama untuk berburu oleh-oleh menjelang kepulangan ke Tanah Air.

Pusat perbelanjaan ini menyediakan aneka suvenir dengan harga yang ramah di kantong.

>>> Harga Emas Antam Fluktuatif Sepanjang Pekan Pertama Juni 2026

Pusat grosir berlantai tiga ini berlokasi di kawasan Al-Shoqiyah, sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram.

Tempat yang menampung lebih dari 200 kios ini kerap dijuluki sebagai "Tanah Abang" versi Makkah karena kemiripan suasana dan sistem perdagangannya.

Berdasarkan laporan Media Center Haji (MCH) pada Sabtu (6/6/2026), area belanja ini dipenuhi oleh jemaah asal Indonesia.

Para pedagang melayani pembelian secara grosir maupun eceran.

Pilihan barang yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari kurma, cokelat, abaya, sajadah, miniatur Ka'bah, parfum, hingga mainan anak-anak.

Produk-produk ini tidak hanya berasal dari Arab Saudi, tetapi juga impor dari China, Turki, dan Bangladesh.

Harga barang bervariasi, mulai dari 2 riyal hingga ratusan riyal Saudi sesuai kualitas.

Bagi pembeli dalam jumlah banyak, tersedia jasa angkut troli dengan biaya 5 hingga 10 riyal per sekali jalan.

>>> Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Angkat Keutamaan Hari Jumat dan Momentum Menguatkan Iman

Kemudahan Transaksi bagi Jemaah Indonesia

Suparman, jemaah haji asal Surabaya, Jawa Timur, sengaja datang ke Pasar Kakiyah setelah mendapat saran dari rekan KBIHU.

"Menurut saya murah," katanya.

Ia membeli gamis untuk ibu-ibu, serta gantungan kunci, tasbih, dan cokelat untuk anak-anak. "Banyak banget, hahaha," ujarnya tertawa saat ditanya apakah masih ada barang yang dicari.

Pengalaman serupa dirasakan Tina, jemaah asal Lubuk Linggau, Sumatra Selatan. Ia datang bersama ibunya untuk mencari barang pesanan kerabat di kampung halaman.

"Saya beli coklat-coklat yang viral itu, ada kacang-kacang, aksesori, macem-macem. Ada parfum juga, pesanan oleh-olehnya itu.

(Harganya) murah," tuturnya.

Selain harga, transaksi di sini sangat fleksibel. Para pengunjung tidak mengalami kendala bahasa maupun masalah konversi mata uang.

>>> Adidas Buka Toko Spesialis Sepak Bola Pertama di Jakarta

"Pegawainya di sini bisa bahasa Indonesia, dan bayarnya bisa pakai rupiah," imbuh Tina.