Untuk satu tahun ke depan, perusahaan menetapkan target penjualan 100 unit per bulan. Target ini setara dengan 1.000 hingga 1.200 unit motor listrik di Kota Padang.

Manajemen optimistis target tersebut dapat dicapai seiring penguatan ekosistem kendaraan listrik. Pemahaman masyarakat mengenai efisiensi biaya pemakaian juga terus meningkat.

>>> Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Geser Mukesh Ambani

Efisiensi Biaya Operasional Rumah Tangga

Kendaraan roda dua elektrik ini dirancang dengan kebutuhan daya pengisian baterai hanya 350 Watt. Spesifikasi tersebut memungkinkan pengguna melakukan pengisian daya langsung di rumah.

Biaya untuk menempuh jarak 100 kilometer diperkirakan hanya Rp3.000, atau sepersepuluh dari biaya pembelian bensin.

"Kalau pakai bensin bisa habis Rp500.000 sebulan, motor listrik cuma Rp50.000. Itu penghematan 90 persen," rincinya.

Selain efisiensi biaya operasional, ongkos perawatan berkala motor listrik juga rendah. Keunggulan ini membuat unit motor listrik baru maupun bekas mulai dilirik konsumen.

"Sekarang masyarakat sudah bisa menerima motor listrik second, itu indikator yang sangat positif.

Mereka juga mengantisipasi agar harga jual motor bensinnya tidak anjlok jika semua orang nanti serentak pindah," ujar Pius.

Kesiapan Infrastruktur Daya Listrik

Di tengah tren penguatan minat konsumen, produsen otomotif masih berhadapan dengan tantangan klasik. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya di area publik kerap dipersepsikan sebagai syarat utama oleh calon pembeli.

Pius menegaskan bahwa pengisian daya di rumah dengan kapasitas rendah sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan harian.

Dukungan pasokan listrik PLN yang stabil di kota besar dan menengah turut mengurangi kecemasan publik.

"Penetrasi motor listrik memang masih kecil, tetapi justru di situlah ruang pertumbuhan yang luar biasa.

>>> 3 Cara Mencegah Penumpukan Debu di Rumah Agar Tetap Bersih

Dengan semakin banyak yang paham, saya yakin dalam setahun ke depan akan terjadi pergeseran yang masif," tutup Pius.