Penjualan sepeda motor listrik di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Rata-rata volume penjualan harian meningkat tiga hingga empat kali lipat dalam tiga bulan ke belakang.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan rendah emisi dan mahalnya biaya operasional kendaraan konvensional. Kenaikan harga minyak dunia turut mendorong masyarakat mengantisipasi lonjakan biaya transportasi.

>>> Argentina Coret Leonardo Balerdi dari Skuad Piala Dunia 2026 karena Cedera

CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, mengungkapkan bahwa pada awal tahun penjualan motor listrik perusahaannya berkisar 500 hingga 600 unit per bulan.

Kini angka tersebut meroket mendekati 1.600 unit per bulan di tingkat nasional.

Lonjakan tidak hanya terjadi di Jakarta. Di beberapa kota di Jawa Tengah, pertumbuhan volume penjualan mencapai delapan hingga sepuluh kali lipat.

Secara keseluruhan, pasar sepeda motor di Indonesia mencapai 6,5 juta unit per tahun. Namun penjualan motor listrik gabungan seluruh merek tahun lalu baru sekitar 50.000 unit.

Kondisi ini menunjukkan pangsa pasar kendaraan roda dua elektrik masih di bawah satu persen. Meski demikian, ruang pertumbuhan industri ini dinilai masih sangat terbuka.

"Potensi yang belum tergarap itu lebih dari 90 persen. Masyarakat sekarang posisinya sudah lebih melek, tapi masih wait and see," ujar Pius.

Potensi Pasar di Sumatera Barat

Penyerapan potensi pasar kendaraan listrik di Sumatera Barat belum berjalan maksimal. Sebagai perbandingan, warga Kota Padang membeli sekitar 9.000 hingga 10.000 unit motor konvensional setiap bulan.

Sementara penjualan motor listrik dari perusahaan yang dipimpin Pius baru berkisar 30 hingga 40 unit per bulan.

Penjualan tersebut bergerak melalui jaringan diler di Jalan Khatib Sulaiman dan Kota Payakumbuh.