Kebiasaan berselancar di media sosial atau menonton video melalui ponsel menjelang tidur malam berisiko merusak kualitas tidur.

Pakar pengobatan tidur Michelle Drerup menyarankan untuk meletakkan gawai satu hingga dua jam sebelum tidur.

>>> Cara Mengatasi Top Up GoPay Tidak Masuk, Saldo Rekening Sudah Terpotong

Anjuran ini tidak hanya berlaku untuk ponsel, tetapi juga untuk perangkat elektronik lain seperti televisi dan tablet.

Aktivitas aktif seperti doomscrolling, membaca konten media sosial yang mengganggu, dan berkirim pesan dapat membuat otak terus bekerja dan menunda tidur REM.

Tidur REM (Rapid Eye Movement) merupakan tahapan penting yang muncul 60 hingga 90 menit setelah terlelap. Fase ini berperan dalam pemrosesan emosi, memori, dan perkembangan otak.

Penyebab Utama Susah Tidur Akibat Ponsel

Paparan gawai menjelang istirahat memicu beberapa respons tubuh yang mengganggu kenyamanan malam. Pertama, menstimulasi otak untuk tetap waspada.

Otak membutuhkan ketenangan menjelang tidur, namun memeriksa ponsel justru menstimulasi pikiran untuk tetap aktif dan terjaga. Kedua, gangguan cahaya biru layar yang mengganggu jam biologis dan ritme sirkadian.

>>> Jadwal Commuter Line Solo Jogja 7 Juni 2026 Rute Palur Yogyakarta

Paparan cahaya biru menurunkan produksi hormon melatonin yang mengendalikan siklus tidur, terutama jika menatap layar dua jam berturut-turut.

Namun, isi konten dan jenis aktivitas di layar dinilai memiliki dampak lebih besar dalam memicu insomnia.

Ketiga, memicu ketidakstabilan emosi.

Melihat konten media sosial yang memancing rasa kesal, cemas, stres, atau terlalu senang dapat mengaktifkan respons emosional yang membuat pengguna terjaga semalaman.

>>> Transmart Full Day Sale 7 Juni 2026: Diskon Sepeda Listrik hingga Rp 3,9 Juta

Untuk mengantisipasi gangguan notifikasi, pengguna disarankan mengaktifkan mode "Jangan Ganggu" atau "Do Not Disturb" serta menerapkan rutinitas malam yang membuat rileks.