Akamai Technologies mengumumkan akuisisi terhadap LayerX, perusahaan penyedia solusi keamanan berbasis browser, senilai USD 205 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun.

Langkah ini bertujuan memperkuat keamanan siber di level browser, terutama dalam mengamankan interaksi karyawan dengan aplikasi Kecerdasan Buatan (AI).

>>> Backrooms Cetak Rekor Jadi Film Terlaris A24 di Amerika Utara

LayerX dikenal sebagai penyedia AI usage control berbasis browser dan teknologi Secure Enterprise Browser (SEB).

Teknologi LayerX dapat terintegrasi langsung dengan berbagai browser populer tanpa memaksa pengguna berpindah platform.

Dengan integrasi ini, tim keamanan informasi mendapatkan visibilitas dan kontrol real-time terhadap aktivitas pengguna, termasuk pemantauan interaksi konten web, riwayat prompt AI, dan unggahan file sensitif.

Menjawab Kekhawatiran Keamanan AI

Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, Mani Sundaram, menyoroti kekhawatiran klien terkait potensi kebocoran data perusahaan melalui penggunaan AI.

"Kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models.

>>> Uni Eropa Luncurkan Paket Kedaulatan Teknologi untuk Kurangi Ketergantungan pada AS dan China

Akuisisi LayerX membantu menutup kesenjangan tersebut," ujarnya.

Teknologi LayerX akan dikawinkan dengan portofolio Zero Trust Akamai yang meliputi Zero Trust Network Access (ZTNA), perlindungan runtime aplikasi AI, dan segmentasi tingkat beban kerja.

CEO dan Co-Founder LayerX, Or Eshed, menambahkan bahwa mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun agen AI telah menjadi tantangan utama dalam keamanan enterprise.

"Kami memberikan fondasi bagi perusahaan untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global," jelas Or Eshed.

Transaksi ini diperkirakan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026. Seluruh karyawan LayerX akan bergabung ke dalam organisasi Zero Trust Akamai.

>>> Apple Hentikan Vision Pro 2, Fokus ke Kacamata Pintar AI

Para pendiri LayerX, termasuk Or Eshed dan David Vaisbrud, dipastikan ikut bergabung. Bisnis LayerX diproyeksikan menyumbang Pendapatan Berulang Tahunan sekitar USD 10 juta pada akhir 2026.