"Saya sebenarnya melakukan start yang sangat baik," kata Bagnaia.

Bagnaia menilai manuver Aldeguer yang terlalu defensif justru membuat momentum mereka berdua hilang untuk menyalip pembalap lain di sisi dalam.

"Tetapi saya mengalami kesulitan saat masuk tikungan pertama karena Aldeguer terlalu fokus bertahan dari saya dan tidak benar-benar menyalip pembalap lain di sisi dalam," ujar Bagnaia.

Akibat persaingan tersebut, kedua pembalap gagal menempati posisi ideal di barisan depan.

>>> Harry Kane Pimpin Nominasi Ballon d'Or 2026 Usai Cetak 61 Gol

"Mungkin jika dia lebih fokus ke sisi dalam, kami bisa keluar dari tikungan pertama di posisi ketiga dan keempat," tutur Bagnaia.

Bagnaia menyayangkan ketatnya pertahanan yang diberikan oleh pembalap lawan pada momen awal balapan tersebut.

"Tetapi dia berusaha agar saya tidak melewatinya, sementara saya juga tidak sedang mencoba menyalipnya. Kami kehilangan banyak posisi dan saya kehilangan lebih banyak daripada dia," jelas Bagnaia.

Belajar dari Data Marquez

Guna mengatasi kendala traksi dan akselerasi motornya di Balaton Park, Bagnaia kini beralih mempelajari data setelan milik rekan setimnya, Marc Marquez, yang sukses memenangi sprint race.

Ia mengakui keunggulan gaya balap Marquez yang dinilai sangat menguasai karakter tikungan sempit di sirkuit ini.

"Saya memberikan 200 persen kemampuan saya untuk bisa cepat di sini, tetapi gaya balap saya tidak terlalu cocok dengan karakter lintasan ini," aku Bagnaia.

Pembalap Ducati itu melihat ada peningkatan performa yang signifikan dari Marquez setelah sempat mengalami kesulitan pada hari sebelumnya.

"Saya tahu Marc adalah yang terbaik di tikungan seperti itu. Dia adalah master di tikungan sempit," puji Bagnaia.