Langkah ini dikhawatirkan dapat mengganggu independensi lembaga-lembaga keuangan di Indonesia.

Tekanan pasar juga bertepatan dengan laporan Kementerian Keuangan terkait realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 yang mencatat defisit Rp180,4 triliun atau 0,7 persen dari Produk Domestik Bruto.

Angka ini meningkat dari defisit periode sama tahun 2025 yang sebesar Rp20,9 triliun, meski masih di bawah target total defisit tahun 2026 sebesar Rp689,1 triliun.

Di pasar valuta asing, mata uang rupiah ditutup melemah 0,46 persen ke posisi Rp18.049 per dolar AS.

Depresiasi mata uang yang terus berlanjut ini memicu spekulasi bahwa Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur darurat sebelum jadwal resmi pada 17-18 Juni 2026.

Proyeksi IHSG Pekan Depan

IHSG diproyeksikan masih menghadapi risiko kelanjutan koreksi pada perdagangan Senin (8/6/2026) dengan rentang support di level 5.517 dan resistance di posisi 5.734.

"Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.500 pada pekan depan," jelas Valdy Kurniawan.

>>> Wesley Cedera Paha, Brasil Khawatir Hadapi Piala Dunia 2026

Para pelaku pasar selanjutnya akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti data cadangan devisa bulan Mei 2026 pada Senin (8/6/2026), tingkat keyakinan konsumen Mei 2026 pada Rabu (10/6/2026), serta data penjualan ritel bulan April 2026 pada Kamis (11/6/2026).