Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, mengungkapkan keinginannya untuk pensiun jika berhasil membawa klubnya meraih gelar juara Liga Champions.

Trofi Si Kuping Besar menjadi satu-satunya piala bergengsi di level klub yang belum pernah ia menangkan sepanjang kariernya.

>>> Catatan Sahabat: Perjuangan Bahlil Lahadalia dan Fenomena Lagu Viral

Pria berusia 69 tahun itu sudah berkecimpung di dunia manajemen sepak bola selama hampir 50 tahun.

Namanya mulai dikenal luas saat menangani Juventus pada periode 2010 hingga 2018, sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Milan sejak 2018.

Rekor prestasi domestik Marotta sangat mentereng. Bersama Juventus, ia sukses mempersembahkan tujuh gelar Serie A, empat Coppa Italia, dan tiga Piala Super Italia.

Keberhasilan itu berlanjut di Inter Milan.

Di klub berjuluk Nerazzurri tersebut, ia sudah mengoleksi masing-masing tiga gelar Serie A, Coppa Italia, dan Piala Super Italia.

Meski dominan di kompetisi domestik, klub-klub yang dipimpin Marotta selalu gagal di partai puncak Eropa.

>>> Mirra Andreeva Juarai Prancis Terbuka 2026, Raih Grand Slam Pertama

Ia harus puas menjadi runner-up di final Liga Champions 2015 dan 2017 bersama Juventus, serta final Liga Champions 2023 dan 2025 bersama Inter Milan.

Marotta juga mengalami kekalahan di final Liga Europa 2020 saat menangani Inter Milan.

"Impian saya selanjutnya? Terlalu mudah untuk mengatakan Liga Champions," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Football Italia.

"Tentu saja saya ingin memenangi bersama Inter. Tim saya telah bermain di empat final dan semuanya kalah.

Jika kami memenangi Liga Champions, saya bisa pensiun," kata Marotta.

Inter Milan baru saja menutup musim 2025-26 dengan status sebagai juara Serie A dan Coppa Italia.

>>> Lewis Hamilton Ungkap Dukungan untuk Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Tim asuhan Simone Inzaghi ini dipastikan akan kembali bersaing di ajang Liga Champions pada musim depan.