FBI memperketat pengamanan udara menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar mulai 12 Juni mendatang.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ancaman dari drone ilegal di Amerika Serikat selaku tuan rumah.

>>> Federico Chiesa Bantah Alasan Finansial Tinggalkan Juventus

Lebih dari 60 institusi penegak hukum dari tingkat lokal hingga negara bagian telah menyelesaikan program pelatihan federal.

Pelatihan ini fokus pada deteksi dan pencegahan pesawat nirawak di sekitar area pertandingan.

Mike Torphy, agen FBI yang memimpin pelatihan, mengatakan program ini mengajarkan penilaian situasi. Petugas akan menentukan potensi ancaman sebelum mengambil tindakan, termasuk mengambil alih kendali elektronik drone ilegal.

FBI juga memprioritaskan kapabilitas sistem anti-pesawat nirawak (C-UAS).

Mereka bekerja sama dengan mitra federal dan penegak hukum di kota tuan rumah untuk memastikan fasilitas deteksi, pelacakan, dan mitigasi tersedia di setiap lokasi.

>>> Kebakaran Kamar Karyawan Hotel di Makkah, Jamaah Haji Indonesia Aman

Otoritas keamanan menegaskan bahwa menjaga ruang udara di atas stadion sama pentingnya dengan proteksi di darat.

Pada akhir Mei, FAA berkolaborasi dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Kehakiman untuk memberlakukan pembatasan penerbangan sementara di atas stadion dan lokasi suporter.

Dinas Rahasia AS menyatakan bahwa keselamatan penonton menjadi tanggung jawab utama otoritas kota dan negara bagian tuan rumah.

Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terbesar di Amerika Utara dengan 48 tim nasional bertanding di 16 kota di AS, Kanada, dan Meksiko.

Turnamen dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli. Pertandingan pembuka digelar di Mexico City, sedangkan final di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey.

>>> Indro Rilis Lagu 'Dan Aku Rindu' untuk Kenang Sahabat Warkop DKI

Ratusan ribu penonton diperkirakan memadati setiap laga.