Menurut Otto, setiap kendaraan klasik memiliki daya tarik yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan dan cerita di baliknya.

Ada proses perawatan, dedikasi, serta rasa bangga yang membuat kendaraan-kendaraan tersebut tetap memiliki tempat khusus di hati para penggemarnya.

>>> KAI Tambah Frekuensi LRT Jabodebek pada Jam Sibuk Pagi

"Di balik setiap kendaraan klasik selalu ada cerita. Ada memori, ada perjalanan, dan ada komitmen untuk menjaga sesuatu yang bernilai.

Inilah yang membuat kendaraan klasik bukan sekadar benda koleksi, tetapi bagian dari warisan yang memiliki nilai emosional," tambah Otto.

Perkuat Silaturahmi Lintas Komunitas

Dalam kesempatan yang sama, salah satu Founder Komunitas Sahabat Klasik & Retro Bersama, Ismeth Emier Osman, mengatakan bahwa The Heritage lahir dari semangat untuk menyatukan komunitas-komunitas otomotif klasik dan retro dalam satu wadah yang positif dan berkelanjutan.

"The Heritage bukan hanya tentang kendaraan klasik dan retro, tetapi tentang membangun persaudaraan yang lebih luas di antara para pecinta otomotif Indonesia.

Kami ingin menciptakan ruang di mana komunitas dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, belajar bersama, dan membangun ekosistem kendaraan klasik yang semakin kuat.

Kehadiran 33 komunitas pada penyelenggaraan perdana ini menjadi awal yang sangat baik untuk membangun aliansi yang lebih besar di masa depan," ujar Ismeth.

Pemilihan lokasi di Lembang juga memberikan atmosfer tersendiri.

Udara sejuk dan lanskap pegunungan menjadi latar yang kuat untuk mempertemukan elemen otomotif lawas dengan konsep hospitality yang hangat.

Rangkaian acara sendiri sudah dimulai sejak Jumat malam (5/6/2026) melalui sesi Dinner Night sebagai momen pembuka yang mempertemukan komunitas dan para undangan agar suasana terjalin lebih akrab.