Ajang bulu tangkis Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, menampilkan kolaborasi teknologi kendaraan listrik dan warisan budaya lokal pada Sabtu (6/6/2026).

Turnamen level HSBC BWF World Tour Super 1000 ini diikuti oleh 248 atlet dari 22 negara.

>>> Jonatan Christie ke Final Indonesia Open 2026, Kalahkan Wakil Thailand

Total hadiah yang diperebutkan mencapai USD 1,45 juta atau sekitar Rp 25,8 miliar.

Sebagai Official Electric Vehicle Partner, Polytron memamerkan lini kendaraan listrik Polytron G3+ Series. Kendaraan ini mendukung mobilitas atlet sekaligus mengenalkan solusi ramah lingkungan melalui konsep sportstainment.

Perusahaan elektronik ini menyediakan berbagai aktivitas interaktif di area Istora. Mulai dari tantangan mengetik cepat hingga simulasi smes, berlangsung hingga 7 Juni 2026.

Acara juga dimeriahkan penampilan panggung musik dari Maliq & D'Essentials dan Marion Jola.

Polytron menawarkan skema sewa baterai dengan garansi seumur hidup.

Ada pula program jaminan pembelian kembali sebesar 70 persen dalam jangka waktu tiga tahun untuk menarik minat masyarakat.

"Melalui PIO 2026, kami ingin teknologi menjadi pengalaman nyata yang bisa dirasakan semua orang.

>>> Liga Inggris Kosongkan Jadwal Malam Ini Setelah Musim 2025/2026 Berakhir

Sportstainment adalah cara kami merayakan kebersamaan dan hadir lebih dekat untuk masyarakat Indonesia," ujar General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika.

Budaya Tenun NTT di Panggung Dunia

Selain inovasi teknologi, kejuaraan ini memperkenalkan budaya Nusantara lewat seragam resmi. Jaket wasit untuk pertandingan final dirancang oleh desainer Temma Prasetio.

Jaket bermodel sporty kontemporer tersebut menggunakan ornamen kain tenun alat tenun bukan mesin (ATBM) khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini untuk memperlihatkan identitas lokal kepada penonton internasional.

"Desain ini adalah bentuk interpretasi saya terhadap bagaimana budaya bisa bergerak bersama zaman," ujar Temma melalui siaran pers.

Perancangan pakaian bermotif tradisional ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap pengrajin lokal. Tujuannya menjaga kelestarian tekstil Indonesia di tengah perkembangan industri mode global.

>>> Marc Marquez Rebut Pole Position di MotoGP Hungaria 2026

"Tenun NTT memiliki kekuatan visual dan cerita yang sangat kaya, dan saya ingin membawanya ke panggung olahraga dunia dengan cara yang relevan dan modern," kata Temma.