Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai ASII menjadi salah satu emiten paling tangguh berkat diversifikasi bisnis di tujuh segmen, dengan PT United Tractors sebagai penyangga utama.

TLKM dinilai defensif berkat recurring income dan katalis spin-off InfraNexia.

Untuk tahun 2026, Saratoga menargetkan alokasi investasi tahunan sekitar US$ 100-150 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat portofolio eksisting dan mendanai peluang investasi baru.

Nafan menilai prospek SRTG masih solid berkat portofolio di MDKA dan ADRO.

Sementara itu, Wafi memandang TLKM dan ASII masih menjanjikan, namun SRTG dan EMTK berpotensi menghadapi tantangan lebih besar.

>>> Pemerintah Intens Bahas Pelemahan Rupiah Bersama Otoritas Ekonomi

Ia menyarankan investor mencermati TLKM, EMTK, dan ASII dengan target harga masing-masing Rp 3.400, Rp 800, dan Rp 7.500 per saham.