Aktor Joe Taslim kembali terlibat dalam proyek film internasional terbaru berjudul The Furious. Dalam film tersebut, ia berperan sebagai seorang jurnalis investigasi.

Karakter yang dimainkan Joe Taslim harus menghadapi konflik emosional yang mendalam setelah kehilangan istrinya.

>>> Google Sepakati Kontrak Komputasi AI Rp16,56 Triliun per Bulan dengan SpaceX

Peran ini menuntutnya menggabungkan sisi humanis seorang suami yang berduka dengan aksi laga brutal demi membalas dendam.

Demi mendalami peran yang kompleks tersebut, Joe Taslim melakukan riset mendalam mengenai profesi jurnalis investigasi.

Ia menilai ada kemiripan antara pekerjaan jurnalis di lapangan dengan detektif, terutama terkait risiko keselamatan nyawa saat membongkar kasus besar.

"Kalau secara aku untuk mendalami karakternya secara profesional, memang sebelum masuk ke karakter, sebelum pergi ke Bangkok sih emang aku lebih banyak fokus ke jurnalis investigatif ya, yang meneliti tentang human trafficking," kata Joe Taslim saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Aktor yang kini menginjak usia 44 tahun tersebut mengungkapkan bahwa proses risetnya memanfaatkan banyak referensi dari dunia nyata.

Ia menyaksikan berbagai tayangan dokumenter mengenai bahaya kehidupan jurnalis yang berupaya membongkar sindikat perdagangan manusia di Asia.

"Banyak nonton dokumenter sih.

Jadi dokumenter, terus banyak-banyak malah ada di ABC ya, TV-nya Australia, meneliti tentang child trafficking di Asia Tenggara juga banyak banget," jelasnya.

>>> Kisah Sukses Mbun Brownies Panggang: Resep Ibu Jadi Tujuh Cabang

Melalui film The Furious, penonton tidak hanya disuguhkan koreografi bela diri yang memukau, tetapi juga melihat momen karakter tersebut masuk ke dunia bawah tanah demi mengumpulkan informasi.

Joe Taslim menyebut jurnalis investigatif dalam skenario ini mempunyai keberanian besar karena harus menyamar di bawah ancaman maut.