KITB dan KKP Teken Kerja Sama Penataan Ruang Laut Batang

PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bersama Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menandatangani perjanjian kerja sama penataan pesisir dan pemanfaatan ruang perairan Kawasan Batang.
Penandatanganan berlangsung pada Kamis (6/6/2026) sebagai langkah mengintegrasikan pertumbuhan sektor industri dengan kelestarian wilayah laut secara tertib.
Program kerja sama ini mencakup restorasi ekosistem pesisir dan pemberdayaan masyarakat di KEK Industropolis Batang.
Perjanjian tersebut merupakan realisasi lanjutan dari kesepakatan payung hukum antara KKP dan PT Danareksa (Persero) yang telah disepakati pada Juli 2025.
Direktur Utama Holding BUMN Danareksa, Ngurah Wirawan, menyatakan bahwa kesepakatan kebijakan kini mulai diimplementasikan dalam tindakan nyata.
"Kawasan industri yang baik justru harus ikut menjaga garis pantainya, ekosistem lautnya, dan masyarakat pesisir di sekitarnya.
Peran kami sebagai Holding adalah menjadi orkestrator yang mempertemukan keahlian dan sumber daya, agar setiap pihak dapat memainkan perannya," ujar Ngurah Wirawan.
>>> Kebun Kumara Buka Pendaftaran Kumara Holiday Program Juni-Juli 2026
Kesepakatan ini memiliki empat ruang lingkup kerja sama: penyelenggaraan penataan ruang laut, rehabilitasi ekosistem, penguatan kapasitas SDM, dan diseminasi kebijakan.
Fokus utama program mengarah pada pengelolaan karbon biru melalui konservasi vegetasi mangrove penahan abrasi.
Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi Holding BUMN Danareksa dalam mengelola tujuh kawasan industri terintegrasi seluas 7.800 hektare dengan 1.600 tenant.
KITB sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan sebagai KEK Industropolis Batang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025.
Ngurah Wirawan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang selaras dengan pelestarian di Batang, agar model ini dapat direplikasi di kawasan lain.
Kerja sama penataan pesisir ini dirancang selaras dengan agenda Asta Cita pemerintah, dengan target penguatan kedaulatan maritim, akselerasi hilirisasi nasional, dan pemerataan pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Update Terbaru
Daftar Harga Mobil Hybrid Juni 2026 Alami Penyesuaian
Sabtu / 06-06-2026, 15:12 WIB
Disdik Jakarta Gandeng KPK Cegah Kecurangan Seleksi Murid Baru
Sabtu / 06-06-2026, 15:12 WIB
Tren Ube Matcha Mulai Populer, Padukan Rasa Pahit dan Legit
Sabtu / 06-06-2026, 15:12 WIB
Daftar Harga Mobil Hybrid dan PHEV di Indonesia Juni 2026
Sabtu / 06-06-2026, 15:08 WIB
John Herdman Ungkap Alasan Tarik Justin Hubner dan Beckham Putra Lebih Awal
Sabtu / 06-06-2026, 15:08 WIB
Agen Bantah Rumor Klopp ke Real Madrid
Sabtu / 06-06-2026, 15:07 WIB
Umat Islam Diimbau Perbanyak Doa Hadapi Ancaman Hantavirus
Sabtu / 06-06-2026, 15:04 WIB
Sassuolo Putus Kontrak Fabio Grosso, Jay Idzes Terdampak?
Sabtu / 06-06-2026, 15:02 WIB
AKVINDO: Regulasi Plain Packaging Berisiko Cederai UU Perlindungan Konsumen
Sabtu / 06-06-2026, 15:02 WIB
Menteri Keuangan Temui Investor Eropa untuk Jaga Kepercayaan
Sabtu / 06-06-2026, 15:02 WIB
Medan Magnet Eksoplanet Gas Raksasa Ternyata Tak Sekuat Dugaan
Sabtu / 06-06-2026, 15:00 WIB
Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 di FIFA Matchday GBK
Sabtu / 06-06-2026, 15:00 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di Laga Kedua FIFA Matchday
Sabtu / 06-06-2026, 15:00 WIB
Iran Syaratkan Israel Mundur dari Lebanon Selatan demi Damai Regional
Sabtu / 06-06-2026, 15:00 WIB






