Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut silent killer karena tidak menimbulkan gejala, namun bisa memicu serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Pola makan menjadi faktor utama yang memengaruhi tekanan darah. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah secara perlahan.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Tiga Komponen Kunci Dongkrak Performa Motor Listrik

Mengurangi jenis makanan tertentu bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Berikut lima makanan yang sebaiknya mulai dibatasi.

1. Makanan Tinggi Garam atau Natrium

Makanan dengan kandungan natrium tinggi menjadi penyebab utama meningkatnya tekanan darah. Natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga volume darah meningkat dan jantung bekerja lebih keras.

Contoh makanan tinggi natrium antara lain makanan cepat saji, sarden kalengan, mi instan, daging olahan, dan produk dengan tambahan penyedap rasa.

Dalam jangka panjang, konsumsi natrium berlebihan dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.

2. Daging Olahan dan Daging Berlemak

Sosis, nugget, daging asap, dan kornet termasuk daging olahan yang mengandung garam dan bahan pengawet tinggi.

Daging berlemak mengandung lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Penumpukan kolesterol di pembuluh darah mengganggu aliran darah dan memicu kenaikan tekanan darah.

Kombinasi lemak jenuh dan natrium jika dikonsumsi terlalu sering dapat memperbesar risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Minuman bersoda, minuman manis kemasan, es krim, permen, dan aneka kue manis juga perlu dibatasi.

>>> Dolar AS Tembus Rp 18.000, Netizen Bagikan 5 Kuliner dengan Harga Setara