Pihak berwenang Amerika Serikat menyita 21 anak dari pasangan Guojun Xuan dan Silvia Zhang setelah menggerebek rumah mereka di Arcadia, California.

Tindakan ini merupakan hasil penyelidikan atas dugaan kasus pelecehan anak dan jaringan perdagangan manusia.

>>> Timnas U19 Indonesia Targetkan Kemenangan Lawan Vietnam demi Semifinal

Kasus ini bermula ketika putra pasangan tersebut yang berusia dua bulan dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius yang diduga disebabkan penganiayaan fisik.

Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa cedera yang dialami bayi itu sangat parah dan mirip dengan dampak benturan keras.

"Traumanya konsisten dengan kecelakaan lalu lintas atau anak yang terguncang atau dijatuhkan," jelas Kapten Polisi Arcadia, Kollin Cieadlo.

Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa dalam enam bulan terakhir, pasangan ini memiliki setidaknya lima bayi dari ibu pengganti di Virginia, Pennsylvania, dan Georgia.

Seluruh bayi tersebut kini berada dalam penahanan negara bagian.

Xuan dan Zhang saat ini terlibat sengketa hukum di empat negara bagian untuk merebut kembali hak asuh anak-anak mereka.

Mereka juga menuntut beberapa ibu pengganti yang menolak menyerahkan bayi.

Dua ibu pengganti, Mellisa Epps dan Stacy King, memutus komunikasi dengan pasangan tersebut sebelum melahirkan di Virginia karena merasa ditipu mengenai jumlah anak yang diinginkan.

Kuasa hukum ibu pengganti menyatakan bahwa klien mereka tidak pernah mengetahui rencana pasangan untuk memiliki puluhan anak.

>>> Nastasya Shine Luncurkan Tinted Sunscreen SPF 50 untuk Kulit Glowing

"Klien saya dituntun untuk percaya bahwa ini adalah pasangan yang memiliki satu anak dan ingin memiliki satu anak lagi," kata Pamela DeCamp dari Virginia Legal Aid Society.

Ia menambahkan bahwa informasi yang tidak transparan membuat klien mereka terjebak dalam kontrak yang tidak disadari sepenuhnya.