Presiden Rusia Vladimir Putin menolak keras ajakan dialog langsung dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mengakhiri perang.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Jumat (6/6/2025).

>>> Kemenkes Susun Regulasi Kemasan Polos untuk Rokok dan Vape

"Saya tidak melihat gunanya" pertemuan tersebut, kata Putin seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada angkatan bersenjata Rusia yang sedang bertempur di Ukraina. "Teruslah bekerja, saudara-saudara," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Zelenskyy Tantang Putin Berunding

Penolakan Putin muncul setelah Zelenskyy melayangkan surat terbuka pada Kamis malam yang menantang Putin untuk menggelar perundingan damai secara langsung.

Zelenskyy mengusulkan gencatan senjata komprehensif selama negosiasi dan menawarkan Swiss, Turki, atau negara-negara Arab sebagai lokasi pertemuan.

Putin mengaku telah membaca sekilas surat tersebut setelah ditunjukkan oleh juru bicaranya, Dmitry Peskov. Ia mengkritik nada "kasar" dalam surat Zelenskyy.

"Apakah ini cara untuk menciptakan kondisi bagi pertemuan dan negosiasi pribadi, ataukah ini menciptakan lingkungan di mana mustahil untuk mengadakan pertemuan pribadi?

Saya pikir itu yang terakhir," kata Putin.

Eropa Cari Celah Negosiasi

Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman dijadwalkan bertemu Zelenskyy akhir pekan ini untuk membahas peluang pelibatan Rusia dalam negosiasi.

Pertemuan itu rencananya digelar pada Minggu malam di Inggris, meski jadwal Zelenskyy masih bisa berubah.

Putin menolak campur tangan Eropa dan menilai negara-negara Eropa seharusnya mendesak Kyiv menerima kesepakatan damai yang menurutnya telah disetujui bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska pada Agustus lalu.

"Bagaimana Uni Eropa atau negara-negara anggota Uni Eropa dapat berperan sebagai mediator ketika mereka secara langsung membantu negara yang sedang berkonflik dengan kita?"