Morning sickness atau mual dan muntah di pagi hari kerap dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Namun, tingkat keparahannya ternyata berkaitan dengan jenis kelamin bayi.

Penelitian modern mengonfirmasi bahwa ibu yang mengandung janin perempuan cenderung mengalami mual dan muntah lebih sering atau lebih berat.

>>> Bayern Munich Incar Rio Ngumoha, Liverpool Tegaskan Tidak Akan Melepas

Temuan ini bukan sekadar mitos, melainkan telah didukung data ilmiah.

Para peneliti menganalisis lebih dari 1,8 juta catatan gejala kehamilan dari aplikasi What to Expect.

Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik sebesar 3,2 poin persentase antara kehamilan janin perempuan dan laki-laki.

Dari 67 gejala kehamilan yang dipantau, mual dan muntah menjadi keluhan dengan perbedaan paling mencolok berdasarkan jenis kelamin janin.

Hal ini diduga terkait kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang lebih tinggi pada kehamilan bayi perempuan.

>>> Harga Emas Diproyeksikan Cetak Rekor Tertinggi Baru pada 2026

Metodologi Studi dan Variasi Gejala

Validitas studi ini lebih tinggi karena data dikumpulkan secara real-time sebelum jenis kelamin bayi diketahui. Dengan demikian, bias yang sering muncul pada riset sebelumnya dapat dihindari.

Meskipun perbedaannya signifikan, para ahli menekankan bahwa hasil ini tidak bisa dijadikan prediksi mutlak.

Tingkat keparahan morning sickness sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga hiperemesis gravidarum yang memerlukan penanganan medis.

Faktor pemicu morning sickness sangat beragam, sehingga ibu hamil dengan jenis kelamin bayi apa pun tetap berisiko mengalami gejala berat.

>>> Arkeolog Temukan Permukiman Prasejarah Tertinggi di Pegunungan Pyrenees

Penelitian ini hanya menunjukkan kecenderungan statistik, bukan kepastian.