>>> Indonesia Berpeluang Ekspor Aluminium ke Amerika Serikat

Skuad Iran menantang Selandia Baru pada 15 Juni, diikuti laga kontra Belgia enam hari setelahnya, sebelum terbang ke Seattle untuk melawan Mesir pada 26 Juni.

Apabila kedua negara berhasil menyelesaikan fase grup sebagai runner-up, Iran dan Amerika Serikat berpotensi saling berhadapan pada babak 32 besar.

Pertandingan fase gugur tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli di Arlington, Texas.

Keikutsertaan Iran dalam turnamen ini sempat menuai polemik di tingkat tertinggi pemerintahan negara tuan rumah.

Pada Maret lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakyakinannya mengenai kepatutan kehadiran Iran serta mengekspresikan kekhawatiran atas keselamatan para pemain.

Pihak tim nasional Iran langsung merespons komentar tersebut dengan menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak yang memiliki hak untuk menghalangi keikutsertaan mereka dalam Piala Dunia 2026.

Timnas Iran telah merampungkan daftar resmi pemain mereka pada Senin lalu dengan membawa 17 pilar dari kompetisi domestik yang terhenti sejak Februari akibat perang.

Namun, penyerang bintang Sardar Azmoun dicoret dari skuad akibat permasalahan unggahan media sosial yang memicu ketidakpuasan otoritas Iran.

Menteri Olahraga Iran sebelumnya memprediksi partisipasi tim sulit terwujud akibat kendala politik.

>>> Trauma Masa Kecil, Dewi Salma Zuhara Pilih Pecah KK Demi Kesehatan Mental

Kendati demikian, Federasi Sepak Bola Iran pada Mei menegaskan persiapan tetap berjalan dan menuntut izin masuk ke AS bagi seluruh personel, termasuk yang pernah mengikuti wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam.