Pasar ekspor aluminium Indonesia berpeluang meluas ke Amerika Serikat. Hal ini didorong oleh kebijakan AS dan statusnya sebagai importir bersih aluminium.

Direktur PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), Winston K. K.

>>> Trauma Masa Kecil, Dewi Salma Zuhara Pilih Pecah KK Demi Kesehatan Mental

Ng, menyampaikan hal tersebut dalam Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).

"Satu-satunya hal yang dapat saya lihat adalah jika kebijakan di AS, ini memperbesar [potensi] aluminium dapat dikirim ke sana," ujar Winston.

Keunggulan lain adalah tingginya nilai premi yang tidak perlu ditanggung eksportir. "Saat ini, premi untuk AS sangat tinggi.

Jadi ada potensi bagi pemain Indonesia untuk memasuki pasar AS," tambahnya.

Persaingan di Asia sendiri sudah cukup ketat. Banyak pelaku industri di Indonesia memiliki afiliasi dengan China, sehingga perbedaan regulasi harga berpotensi menekan margin keuntungan.

>>> Mathew Baker Catat Sejarah Jadi Pemain Termuda Timnas Indonesia

Nilai jual aluminium lokal bisa terdongkrak jika Indonesia menembus negara tanpa masalah pasokan energi. Namun, pasar Jepang dan Eropa sulit ditembus karena memerlukan aluminium bersumber energi rendah karbon.

Kesiapan industri manufaktur global, seperti sektor otomotif, juga krusial.

"Seperti yang kita pahami, ketika sebuah mobil sedang dibangun, akan selalu ada kandungan aluminium di dalamnya," pungkas Winston.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor aluminium dan barang daripadanya (HS 76) pada Januari–Oktober 2025 melonjak 68,45 persen secara tahunan.

>>> Grup Petrindo Jaya Kreasi Ambil Alih Singaraja Putra Lewat Rights Issue

Lima besar tujuan ekspor meliputi China, India, Amerika Serikat, Malaysia, dan Vietnam.