Data ekonomi yang kuat tersebut memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke atas 4,5 persen dan tenor 30 tahun melampaui 5 persen, sehingga menekan valuasi pertumbuhan sektor AI.

Di tengah kepanikan sektor teknologi, aliran dana investor terpantau bergeser ke saham defensif seperti Colgate-Palmolive yang naik 4 persen, Coca-Cola naik 3 persen, dan Johnson & Johnson yang bertambah 2 persen.

Sentimen negatif ini turut berimbas pada pasar kripto dengan jatuhnya harga Bitcoin ke bawah level 60.000 dolar AS untuk pertama kalinya sejak akhir tahun 2024.

>>> UNJ Buka Jalur Mandiri PENMABA 2026 dengan Ujian Tulis Daring

Sebagian analis menilai koreksi ini juga dipengaruhi oleh persiapan pemodal yang mulai mengalihkan dana mereka demi berpartisipasi dalam penawaran saham perdana SpaceX pada pekan depan.