Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah Tujuh Bulan
Harga emas dunia merosot tajam hingga mencapai titik terendah dalam tujuh bulan terakhir pada perdagangan Jumat (5/6/2026).
Penurunan ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh melampaui perkiraan pasar.
>>> Sinopsis Film Bhediya Hari ini 6 Juni 2026 Mega Bollywood di ANTV
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan nonfarm payrolls sebanyak 172 ribu pekerjaan pada Mei 2026.
Angka tersebut melampaui proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan hanya 85 ribu pekerjaan.
Data tenaga kerja yang solid membuat investor kehilangan harapan akan pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi akibat lonjakan harga energi dari konflik Timur Tengah.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan data payroll jauh lebih kuat dari ekspektasi.
Menurutnya, dengan perang yang masih berlangsung di Iran dan harga energi yang tinggi, The Fed kemungkinan besar tidak akan segera menurunkan suku bunga.
Situasi ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Lonjakan imbal hasil obligasi AS setelah rilis data tenaga kerja juga menekan daya tarik logam mulia.
Harga emas spot ditutup merosot 3,29 persen ke level US$ 4.328,22 per ons troi.
Penurunan ini menghapus seluruh keuntungan emas sepanjang tahun berjalan, dengan koreksi year to date sebesar 0,4 persen dari posisi awal US$ 4.348 per ons troi.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 3,35 persen menjadi US$ 4.353,9 per ons troi.
Dalam sepekan, akumulasi penurunan harga emas dunia mencapai sekitar 4,6 persen.
Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember melonjak ke 72 persen, dari sebelumnya sekitar 50 persen.
Sentimen negatif ini juga menyeret harga logam mulia lainnya.
Harga perak spot ambles 8,26 persen ke US$ 67,78 per ons, platinum merosot 6,18 persen menjadi US$ 1.780,54 per ons, dan paladium jatuh 6,5 persen ke US$ 1.225,29 per ons.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak Hari Ini: Cancer Tenang, Leo Manfaatkan Peluang, Virgo Waspada
Sabtu / 06-06-2026, 06:13 WIB
Jadwal Semifinal Indonesia Open 6 Juni 2026: Empat Wakil Tuan Rumah Berlaga
Sabtu / 06-06-2026, 06:13 WIB
DPRD Banten Siap Kawal Investasi Tiongkok di Lebak untuk Perluas Lapangan Kerja
Sabtu / 06-06-2026, 06:12 WIB
Dokter Edukasi Masyarakat Cara Membaca Kandungan Gula pada Label Nutrisi
Sabtu / 06-06-2026, 06:12 WIB
Ramalan Zodiak Hari Ini: Tiga Rasi Bintang Perlu Antisipasi Masalah
Sabtu / 06-06-2026, 06:12 WIB
Tesla Roadster Kembali Tertunda, Peluncuran Diundur ke Agustus
Sabtu / 06-06-2026, 06:07 WIB
PT Dan Liris Gandeng Telkom Solution Perkuat Infrastruktur Digital
Sabtu / 06-06-2026, 06:05 WIB
TSMC Beli Alat Litografi High-NA EUV untuk Riset Semikonduktor
Sabtu / 06-06-2026, 06:05 WIB
Capcom Umumkan Ekspansi Monster Hunter Wilds Ascendance untuk Rilis 2027
Sabtu / 06-06-2026, 06:04 WIB
Lima Dzikir Pendek Pembuka Pintu Pahala Besar bagi Umat Muslim
Sabtu / 06-06-2026, 06:04 WIB
Unilever Indonesia Sesuaikan Harga dan Hedging Hadapi Tekanan Rupiah
Sabtu / 06-06-2026, 06:04 WIB
Trump Janji Akhiri Perang Iran demi Kendali Kongres
Sabtu / 06-06-2026, 06:02 WIB
Defisit APBN Mei 2026 Terkendali, Menkeu: Kondisi Fiskal Aman
Sabtu / 06-06-2026, 06:00 WIB
Reborn Rookie Episode 4 Sub Indo dan Spoiler serta Link Bukan LK21 tapi di Netflix: Awal Misi Mengungkap Kebenaran
Sabtu / 06-06-2026, 06:00 WIB






