Ia menganggap hasil manis ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh penggawa di atas lapangan hijau, seraya mengingatkan fokus tim terhadap turnamen Piala AFF.

>>> Emil Audero Tampil Ciamik, Indonesia Tekuk Oman 3-0

"Ini malam yang indah, tetapi sulit untuk menunjuk satu pemain. Kami ingin menekan batas.

Masih ada Piala AFF juga," tutur Herdman.

Arsitek strategi tersebut juga merasa sangat emosional melihat loyalitas serta besarnya gairah masyarakat lokal terhadap olahraga sepak bola.

"Melihat ini rasanya emosional ketika semua penggemar ada di stadion. Lihat saja semangat negara ini ke sepak bola.

Kami berharap bisa terus berkembang," ucap Herdman.

Lebih lanjut, kemenangan ini mencatatkan sejarah baru karena berhasil memutus dominasi dan rekor buruk kontra tim asal Asia Barat tersebut setelah puluhan tahun.

"Malam ini adalah langkah penting lawan Oman. Ini kemenangan pertama setelah 38 tahun.

Kami ingin terus melangkah," kata Herdman.

Meski mengunci kemenangan dengan margin tiga gol, Herdman menggarisbawahi bahwa jalannya laga belum sempurna tanpa adanya aksi penyelamatan krusial dari Emil Audero di babak pertama.

"Emil perannya besar dengan penalti itu. Kami menguasai pertandingan dan kami ingin terus berkembang," ujar Herdman.

Eks pelatih timnas wanita Selandia Baru itu mengakhiri keterangannya dengan melayangkan harapan agar tribune stadion kembali dipadati penonton pada pertandingan selanjutnya.

>>> Bangladesh Kalahkan San Marino 2-1, Sejarah Baru di Laga Persahabatan

"Semoga penggemar lebih banyak datang di hari Selasa," kata Herdman.