Pelatih Timnas Indonesia John Herdman angkat bicara mengenai polemik pemanggilan Muhammad Ferarri ke skuad Garuda untuk FIFA Matchday Juni 2026.

Keputusan itu menuai kritik karena performa Ferarri di Bhayangkara FC dinilai kurang meyakinkan. Ia hanya mencatatkan 783 menit bermain dari 14 pertandingan Super League 2025/2026.

>>> Slovakia Hadapi Montenegro dalam Laga Persahabatan di Kosice

Herdman menegaskan bahwa tim pelatih memiliki pertimbangan tersendiri. Mereka tidak hanya melihat performa jangka pendek, melainkan rekam jejak dan potensi pemain.

"Kami tidak hanya melihat tiga laga terakhir atau tiga bulan terakhir; kami melihat riwayat pemain, perjalanan mereka dalam sepak bola," ujar Herdman dikutip dari detikSport.

Ia menambahkan bahwa Ferarri dinilai memiliki kapasitas fisik dan teknis yang dibutuhkan untuk lini belakang. Pemain berusia 22 tahun itu diyakini bisa beradaptasi dengan pemain seperti Kevin Diks.

"Jika kami bekerja dengan mereka dan menempatkan mereka di sekitar pemain top seperti Kevin, bisakah mereka mencapai potensi tertinggi?

>>> Hungaria Jamu Finlandia di Laga Persahabatan, Kedua Tim Gagal ke Piala Dunia 2026

Ferarri adalah seseorang yang kami rasa memiliki potensi tinggi," jelasnya.

Herdman juga mengingat penampilan Ferarri di bawah asuhan Shin Tae-yong sebelum cedera. Menurutnya, saat itu Ferarri berada di lintasan yang positif.

Sebelum menentukan skuad final, tim pelatih menggelar pemusatan latihan pada Mei. Ferarri disebut berhasil membuktikan haknya untuk masuk skuad Juni.

>>> Timnas Bulgaria Uji Kekuatan Lawan Moldova di Laga Persahabatan

"Jadi kami mengadakan kamp latihan bulan Mei, kami memberikan kesempatan kepada banyak pemain untuk membuktikan hak mereka agar bisa berada di sini pada bulan Juni, dan Ferarri membuktikan haknya," pungkas Herdman.