Menteri Keuangan Ungkap Penyebab IHSG Terus Melemah
Namun, ia mengaku mendapatkan pandangan berbeda saat berdiskusi dengan Standard & Poor's (S&P).
"Dari situ orang-orang bilang berarti ekonominya morat-marit nih investor akan keluar karena lembaga pemeringkat akan mendowngrade kita karena pelaksanaan fiskalnya berantakan.
>>> Manchester United Target Juara Liga Inggris Sebelum 2028 Lewat Proyek 150
Tapi waktu saya tanya ke lembaga pemeringkat internasional S&P, oh sudah bagus, sudah ini sudah bagus," jelas Purbaya.
Purbaya mengatakan, S&P justru melihat pelemahan rupiah sebagai salah satu sumber yang memunculkan ketidakpastian bagi pelaku pasar.
Pelemahan rupiah dianggap sebagai indikator kondisi fiskal terganggu.
"Cuma gini pak, ada uncertainty di market yaitu rupiahnya melemah sehingga mungkin fiskalnya terganggu. Jadi bolak-bolak ini," jelas Purbaya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto secara konsisten mengarahkan agar defisit APBN tetap berada di bawah batas 3% PDB.
"Jadi ada miskonsepsi dari market atau analis yang menganggap kita menjalankan fiskal dengan jelek atau pak Prabowo menjalankan kebijakan fiskal tidak hati-hati.
Padahal pak Prabowo clear banget. Defisit kita dia atur di bawah 3%," tegas Purbaya.
"Tahun depan dia maunya 1,8% bahkan kita rayu-rayu sedikit 'jangan lah pak kita masih perlu dorongan ke ekonomi', ya lebih tinggi dari itu boleh sedikit.
Jadi komitmen presiden untuk menjaga fiskal di bawah 3% amat kuat sekali. Jadi kita tidak menjalankan kebijakan fiskal yang tidak hati-hati," sambung dia.
Oleh karena itu, Purbaya menyebut ada sentimen di pasar yang harus segera diperbaiki.
Ia lagi-lagi menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia dalam kondisi baik dan akan terus memperbaiki kekurangan yang ada.
"Ada sentimen negatif di pasar yang harus kita perbaiki.
Tapi yang bisa saya jelaskan sekarang adalah fondasi ekonomi baik, kebijakan fiskal betul-betul terjaga dan kalau ada apa-apa kita bisa adjust kita perbaiki.
>>> OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen per April 2026
Kita betul-betul fleksibel untuk memastikan defisitnya di bawah 3% tanpa mengganggu perekonomian secara berlebihan. Kelemahan kita kurang cukup baik menjelaskan ke publik mungkin," tutup Purbaya.
Update Terbaru
Trump Dukung Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Usai Piala Dunia 2026
Kamis / 23-07-2026, 04:37 WIB
Serangan Drone Iran Makin Presisi, Intelijen AS Bingung Cari Dalang
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Tanggapi Ancaman Iran, Trump: AS Tak Butuh Selat Hormuz
Kamis / 23-07-2026, 04:36 WIB
Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Jadwal Pembayaran SSI Agustus 2026 Dimajukan, Cek Tanggalnya
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Mohamed El-Erian Puji Program Rekening Investasi Anak Trump
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Chick-fil-A Peringatkan Pelanggan Setelah Serangan Siber Bocorkan Data
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Tomb Raider King Animated Series Umumkan Pengisi Suara Inggris, Tayang 22 Juli
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Ted Lasso Season 4 Akan Fokus pada Tim Sepak Bola Wanita
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Salvador Perez Samai Rekor Home Run Royals, Kalahkan Giants
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Bikin Farm Otomatis di Minecraft? Ini Triknya Biar Gak Repot Lagi!
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Perubahan eFootball dari Masa ke Masa: Dari PES ke Free-to-Play
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Ilhan Omar Dukung Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungan ke AS
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB







