Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, berbagai indikator menunjukkan perekonomian Indonesia masih kuat dan mampu bertahan menghadapi tekanan eksternal.

Pelemahan nilai tukar rupiah, volatilitas pasar keuangan, dan perlambatan ekonomi dunia lebih dipengaruhi dinamika global, bukan masalah fundamental dalam negeri.

>>> Kementerian Hukum Buka Beasiswa S2 dan S3 untuk PNS Tahun 2026

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menilai masyarakat tidak perlu merespons dengan kekhawatiran berlebihan.

"Yang perlu dipahami adalah bahwa kondisi saat ini merupakan fase penyesuaian terhadap dinamika global, bukan sinyal krisis.

Yang lebih penting adalah menjaga optimisme yang rasional berdasarkan data dan fundamental ekonomi yang ada," ujar Josua dalam Komunita Economic Talk.

Koordinasi Kebijakan dan Fundamental Ekonomi

Josua menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi.

"Kementerian Keuangan mengurus fiskal, Bank Indonesia moneter, OJK pasar keuangan. Ketiganya harus bersinergi," jelasnya.

Menurut Josua, berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan menunjukkan setiap lembaga menjalankan perannya untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Aktivitas konsumsi masyarakat masih tumbuh, inflasi terkendali, sektor perbankan sehat, dan APBN mampu berfungsi sebagai instrumen stabilisasi.

Ketahanan ekonomi tercermin dari indikator makro yang positif, seperti pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi terjaga, dan konsumsi rumah tangga yang solid.

Peningkatan konsumsi pemerintah pada awal tahun juga mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Dari sisi pasar keuangan, aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih positif, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pelemahan Rupiah dan Perbandingan dengan Krisis 1998

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai pelemahan rupiah, Josua menilai kondisi tersebut perlu ditempatkan dalam konteks global.