Saham LG Electronics, Naver, dan Doosan Robotics menguat setelah data kunjungan tersebar luas.

>>> Sarah Keihl Alami Culture Shock hingga Menangis Saat Liburan ke Bangladesh

Sentimen positif ini juga dipicu oleh pernyataan Huang terkait industri robotika dan rencana pertemuan dengan petinggi konglomerat Korea.

Harga saham LG Electronics sempat menyentuh batas atas kenaikan harian dalam dua sesi perdagangan berturut-turut setelah spekulasi pertemuan Huang dengan Ketua LG Group, Koo Kwang-mo.

Meski sempat melesat hampir 15 persen pada perdagangan intraday, saham LG Electronics ditutup menguat 3,15 persen karena aksi ambil untung oleh sebagian investor.

Spekulasi Menyasar Industri Kuliner dan Daging

Dampak popularitas Huang juga memengaruhi saham emiten produsen daging babi.

Hal ini muncul setelah informasi bahwa Huang akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan bisnis Korea di sebuah restoran samgyeopsal di area Seongsu, Seoul.

Dalam agenda makan malam tersebut, Huang dikabarkan berpotensi berdialog dengan Ketua LG Group Koo Kwang-mo, Ketua SK Group Chey Tae-won, dan pendiri Naver Lee Hae-jin sambil mengonsumsi somaek.

Kabar ini mendorong kenaikan saham produsen daging babi Sunjin sebesar 4,75 persen, sementara saham Woorison F&G menguat 6,61 persen.

Peringatan Risiko Spekulasi bagi Investor

Meskipun menghasilkan pertumbuhan instan, sejumlah pengamat pasar modal mulai memperingatkan risiko volatilitas akibat pergerakan berbasis sentimen ini.

Peneliti dari Kiwoom Securities, Han Ji-young, menyatakan bahwa volatilitas cenderung meningkat ketika pasar lebih digerakkan oleh narasi dibandingkan fundamental perusahaan.

Aksi skeptis juga muncul di forum digital Reddit, di mana banyak pengguna menganggap pergerakan harga tersebut berlebihan dan kurang rasional setelah saham Marvell melompat tinggi hanya karena komentar sepintas.

>>> Toyota India Luncurkan New Innova Crysta 2026 Bermesin Diesel

CEO Goldman Sachs, David Solomon, mengevaluasi bahwa kondisi pasar saat ini memasuki fase khusus di mana keserakahan investor lebih dominan daripada rasa takut terhadap risiko kerugian.