Pengguna sepeda motor listrik di Indonesia terus bertambah pada tahun 2026. Agar performa kendaraan tetap optimal, perawatan yang tepat sangat diperlukan.

Ridwan Alawi, pemilik sekaligus teknisi Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, memberikan sejumlah tips perawatan.

>>> Justin Hubner Bersinar di Fortuna Sittard, Siap Perkuat Timnas Indonesia

Menurutnya, pemahaman karakter baterai menjadi kunci utama untuk menghindari kerusakan.

Proses pengisian daya yang berlebihan atau overcharging harus dihindari.

Hal ini dapat memicu suhu tinggi yang merusak sel internal, membuat baterai kembung, dan mengurangi kapasitas penyimpanan daya secara drastis.

"Pertama dari pengecasan. Kita harus tahu dulu karakter baterai apa yang kita pakai.

Baterai jenis aki ataupun lithium. Cara casnya itu tidak boleh berlebihan.

Ketika kita sudah tahu indikatornya hijau, indikator sudah penuh, itu harus segera dicabut," kata Ridwan Alawi.

>>> Astra Luncurkan Program Transportasi Umum untuk Karyawan di Jakarta

Selain durasi pengisian, waktu pengecasan juga perlu diperhatikan. Ridwan mengimbau agar pengguna tidak langsung mengisi daya baterai sesaat setelah motor selesai digunakan.

"Karena baterai itu masih dalam keadaan bekerja, panas. Kemudian, di charger ketemu panas.

Hasilnya itu bisa mempersingkat umur baterai," ujarnya.

Langkah pencegahan lain adalah menjaga area Brushless Direct Current (BLDC) serta tombol-tombol kelistrikan dari paparan air berlebihan. Meskipun komponen tersebut dirancang anti air, pengendara tetap disarankan menghindarinya.

"Dan yang terakhir, kelistrikan terkait lampu, tombol-tombol, dan lainnya untuk kurangi kendarannya kena air hujan. Karena tombol-tombol kendaraan listrik itu gampang korosi.

>>> Rupiah Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Depan

Akhirnya, bisa menghambat jalur, bahkan bisa mempersingkat listrik yang ada di kendaraan," kata Ridwan Alawi.