Masyarakat Indonesia semakin memanfaatkan platform video digital sebagai sarana belajar pendamping anak.

Hal ini diungkap dalam acara press briefing Google Indonesia bertajuk "AKSIDigital: Ruang Tumbuh Keluarga Indonesia" di Jakarta.

>>> Ibu Hamil Dianjurkan Perbanyak Dzikir untuk Ketenangan Janin

Data survei Ipsos pada Agustus 2025 menunjukkan 81 persen responden menyetujui platform video digital menjadi sumber penting untuk pembelajaran anak.

Sebanyak 92 persen responden meyakini platform ini sebagai wadah informasi, edukasi, sekaligus hiburan.

Product Marketing Manager, Brand & Reputation, Google Indonesia, Dora Songco, menyatakan bahwa 90 persen anak dan orangtua di Indonesia menilai YouTube membantu pembelajaran dan memberikan akses belajar di dunia untuk anak-anak.

Angka tersebut menunjukkan pergeseran fungsi perangkat digital di tengah masyarakat yang mempercayai teknologi untuk pemerataan informasi.

"Orang di Indonesia menggunakan platform kami bukan hanya untuk nonton video, tapi memang terbukti masyarakat percaya ini mendemokratisasi akses informasi," imbuh Dora.

Pengembangan platform digital dirancang khusus untuk memfasilitasi pengguna dalam menemukan berbagai hal baru secara aman. "Kita merancang platform kita untuk orang-orang menemukan hal baru.

>>> Produsen Ban Motor Naikkan Harga Produk hingga Rp150 Ribu

Untuk hal-hal baru ini kita juga mau memastikan bahwa hal-hal baru itu berkualitas dan aman," ungkap Dora.

Selain perlindungan dari sistem platform, anak-anak tetap memerlukan pembekalan kapasitas diri agar dapat menyaring konten dengan bijak.

"Anak-anak tidak hanya perlu terlindungi saat online, tetapi juga perlu dibekali kemampuan untuk menjadi warga digital yang cerdas dan percaya diri," jelas Dora.

Psikolog Klinis Dewasa sekaligus Founder Amanasa, Marsha Tengker, M. Psi.

, Psikolog, menekankan pentingnya kondisi psikologis anak yang stabil di dunia nyata. "Internet memang jadi tempat belajar, buat menyalurkan kreativitasnya," katanya.

Guru sekolah dasar sekaligus kreator konten edukasi, Nanda Yurani, menambahkan bahwa teknologi membuka peluang luar biasa bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal yang mereka sukai.

>>> Caca Tengker Bagikan Framework THINK untuk Dampingi Anak Gunakan Internet

"Tugas kita bukan membatasi rasa ingin tahu anak, melainkan membimbing mereka agar dapat menjelajahi dunia digital dengan aman, kritis, dan bertanggung jawab," tuturnya.