Pemilik sepeda motor kembali dihadapkan pada beban biaya tambahan. Setelah harga BBM nonsubsidi naik, kini giliran ban motor yang mengalami kenaikan harga.

Sejumlah produsen ban telah menyesuaikan harga produk mereka per 5 Juni 2026. Kenaikan ini melanda hampir seluruh segmen motor, mulai dari model harian hingga skutik premium.

>>> Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Porsi Tilang Manual Naik 30 Persen

Berdasarkan pantauan di Jakarta dan sekitarnya, rata-rata harga ban melonjak sekitar Rp 50.000. Untuk merek premium, kenaikannya mencapai Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

John Sebastian, pemilik toko Warung Ban di Depok, mengatakan tren kenaikan sudah berlangsung sejak awal tahun. "Harga ban naik, tapi permintaan masih stabil.

Ban kan kebutuhan, kalau habis ya harus ganti," ujarnya.

Menurut John, hampir semua merek sudah naik harga. Bahkan ada yang naik dua kali dalam setahun ini.

Besaran kenaikan bervariasi, ada yang Rp 10.000, Rp 20.000, hingga Rp 100.000–Rp 150.000.

Meski harga naik, opsi ban ramah kantong masih tersedia. Untuk Honda BeAT dan Vario 125, Corsa Ecomax dibanderol Rp 211.000 per ban.

Sementara pilihan premium Michelin Pilot MotoGP seharga Rp 402.000 untuk ban depan.

Honda Scoopy memiliki Swallow Razor XP mulai Rp 280.000 sebagai pilihan termurah. Sebagai perbandingan, Michelin City Grip untuk roda belakang Scoopy mencapai Rp 630.000.

Pemilik Yamaha Fazzio bisa memilih Zeneos Milano mulai Rp 350.000. Bagi yang menginginkan performa, Pirelli Angel Scooter dijual Rp 615.000.

Untuk skutik bongsor seperti Yamaha NMAX dan Honda PCX 160, Michelin City Grip Pro tersedia Rp 473.000 (depan) dan Rp 585.000 (belakang).