Kebahagiaan dan kepuasan hidup seseorang ternyata lebih dipengaruhi oleh konsistensi kebiasaan sederhana sehari-hari daripada pencapaian materi yang besar.

Hal ini diungkap dalam laporan Lifestyle pada Jumat (5/6/2026) yang mengutip sejumlah pakar psikologi.

>>> Imigrasi Sumut Siapkan Layanan Khusus Jelang Trail Of The Kings 2026

Menurut Laurie Santos, Profesor Psikologi dari Yale University, perasaan bahagia berkaitan erat dengan makna hidup dan kondisi fisik yang saling terhubung dengan pikiran.

"Tubuh kita terhubung dengan pikiran kita," kata Santos.

Data penelitian yang dipublikasikan di JAMA pada 2024 menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin memiliki efektivitas yang sebanding dengan terapi perilaku kognitif (CBT) maupun obat antidepresan untuk meredakan gejala depresi.

"Perilaku yang baik untuk tubuh kita akhirnya membantu bagaimana perasaan kita," tambah Laurie Santos.

>>> Sony Rilis FlexStrike, Controller Khusus Game Fighting untuk PS5 di Indonesia

Selain faktor fisik, hubungan sosial yang hangat dan suportif dengan orang terdekat juga menjadi investasi penting bagi kesejahteraan emosional.

Robert Waldinger, Direktur Harvard Study of Adult Development, menyatakan bahwa kualitas hubungan sosial memiliki pengaruh lebih besar terhadap kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang dibandingkan kekayaan atau ketenaran.

Langkah lain untuk memicu emosi positif adalah melatih rasa syukur melalui hal-hal kecil, mengalokasikan waktu luang untuk beristirahat, serta menerapkan sikap berbelas kasih kepada diri sendiri.

>>> Alexander Zverev Incar Tiket Final Roland Garros 2026

Berbagai penelitian membuktikan bahwa kebahagiaan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.