>>> HokBen Beri Ramen dan Fried Chicken Gratis Selama Juni 2026

Fokus cerita berpusat pada karakter utama bernama Encek yang mengalami ketidakadilan sejak masa kecil hingga masa tuanya, termasuk peristiwa Kerusuhan Mei 1998.

Proses pemilihan pemain menghadapi tantangan besar, terutama untuk mencari pemeran Encek yang digambarkan telah berusia 76 tahun.

Pihak produksi awalnya mempertimbangkan mendiang aktor senior Henky Solaiman, namun akhirnya memilih Ferry Salim.

Ferry Salim yang kini berumur sekitar 58 atau 59 tahun harus menggunakan make-up efek intensif agar terlihat natural sebagai lansia.

Karya ini diramaikan oleh jajaran aktor berpengalaman seperti Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Solaiman.

Di samping itu, film ini menjadi debut bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, serta pengamat politik Rocky Gerung.

Keberhasilan menembus SIFF 2026 menjadi momentum kebangkitan bagi Matta Cinema Production di industri perfilman tanah air.

Karena aturan ketat mengenai status World Premiere di Shanghai, film ini belum ditayangkan di festival lain.

Setelah gelaran di Shanghai berakhir, pihak produksi berencana mendaftarkan RBMT ke berbagai festival internasional di wilayah lain, seperti Toronto, Busan, Hong Kong, dan beberapa gelaran internasional lainnya.

Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung film ini setelah seluruh rangkaian perjalanan festival internasional selesai.

>>> Ekspor PT Siantar Top Tbk Tumbuh Dua Digit di Tengah Gejolak Global

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang dijadwalkan akan tayang resmi di jaringan bioskop domestik pada akhir tahun ini.