Situasi ini sekaligus dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga komoditas yang didenominasi dalam mata uang tersebut, termasuk emas.

Proyeksi Ekonomi Indonesia

Dari dalam negeri, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8%.

OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional baru akan kembali naik ke level 5% pada tahun 2027, seiring dengan meredanya tekanan eksternal di tingkat global.

Menurut penilaian OECD, lonjakan biaya energi dan ketidakpastian global menjadi beban bagi konsumsi rumah tangga serta investasi domestik, yang diperparah oleh pelemahan pasar tenaga kerja di dalam negeri.

Meski demikian, struktur ekonomi Indonesia dinilai mempunyai daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan banyak negara berkembang lainnya.

Hal ini disebabkan oleh tingkat ketergantungan yang cenderung rendah terhadap impor energi dari kawasan yang sedang berkonflik.

>>> Krisis Iklim Ancam Destinasi Wisata Unggulan Indonesia dan Dunia

Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada dalam kisaran antara Rp17.950 sampai Rp18.250 per dolar AS selama sepekan ke depan.