"Terjadi peningkatan harga yang cukup signifikan dari pembelian raw material. Seperti fiber optik materialnya sudah naik kurang lebih 2,5 kali hingga 3 kali lipat.

Material dari galvanis juga ada yang impor sehingga harga material menara meningkat," ujar Rudolf.

Proyeksi Keuangan Konservatif

Imbas dari dinamika industri dan aksi korporasi tersebut membuat manajemen GHON menetapkan proyeksi keuangan yang cenderung konservatif untuk periode tahun ini.

Perusahaan mematok target pendapatan sebesar Rp 208,32 miliar atau terkoreksi 1,4% secara tahunan dari capaian tahun lalu senilai Rp 211,31 miliar.

Sementara itu, proyeksi EBITDA juga dipatok turun 3,6% menjadi Rp 167,64 miliar dibanding perolehan tahun lalu sebesar Rp 173,74 miliar.

>>> Yayasan Puteri Indonesia Dukung PP TUNAS untuk Lindungi Anak di Internet

"Target ini karena kita memperhitungkan impact dari merger antara XL Axiata dan Smartfren. Walaupun, nanti aktualnya kita tetap berusaha bisa lebih baik dari tahun 2025," jelas Yoyong.