PT PLN (Persero) menargetkan program listrik desa menjangkau 2.792 lokasi pada 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses listrik ke wilayah yang belum terlayani di seluruh Indonesia.

>>> 64 Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Dievakuasi

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan target tersebut terbagi dalam dua tahap.

Tahap pertama mencakup 1.520 lokasi dengan anggaran Rp4,15 triliun, sedangkan tahap kedua meliputi 1.272 lokasi dengan anggaran Rp3,36 triliun.

Hal itu disampaikan Darmawan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI pada Kamis (2/7).

"Di tahun anggaran 2026 tahap 1, ada di 1.520 lokasi dengan anggaran Rp4,15 triliun.

Ditambah tahun anggaran 2026 tahap 2, yaitu di 1.272 lokasi dengan anggaran Rp3,36 triliun," ujarnya.

>>> Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026, Ronaldo vs Yamal

Program listrik desa 2025 juga terus berjalan.

Dari target pembangunan di 1.516 lokasi, hingga 27 Juni 2026 sebanyak 1.433 lokasi telah selesai dikerjakan.

Program tersebut didukung anggaran Rp3,6 triliun yang bersumber dari tambahan anggaran belanja Kementerian ESDM. Anggaran itu kemudian ditugaskan kepada PLN untuk pelaksanaannya.

Menurut Darmawan, program listrik desa bertujuan memperluas akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan.

>>> Ahli Ungkap Nikotin Berpotensi Jadi Terapi Gangguan Saraf

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan listrik di 10.068 lokasi sepanjang 2025-2029 yang mencakup sekitar 5.700 desa.